Elektabilitas Turun Versi Survei Litbang "Kompas", TKN Anggap Biasa

Kompas.com - 20/03/2019, 09:06 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menganggap biasa hasil survei Litbang Kompas terhadap elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan, penurunan elektabilitas merupakan proses dinamis yang biasa.

"Sebetulnya jarak enam bulan antara Oktober 2018 dan Maret 2019 cukup jauh. Ada proses yang dinamis. Itu sesuatu yang biasa saja," ujar Ace melalui keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen

Ace mengatakan, survei ini juga belum memotret elektabilitas setelah debat ketiga Pemilihan Presiden 2019.

Ace yakin elektabilitas Jokowi-Ma'ruf kini sudah naik setelah debat ketiga cawapres itu.

"Di mana masyarakat yang pada awalnya underestimate Kiai Ma’ruf Amin, ternyata banyak menyebutnya di luar ekspektasi," kata Ace.

Baca juga: Penyebab Elektabilitas Jokowi-Maruf Turun Menurut Litbang Kompas

TKN Jokowi-Ma'ruf yakin elektabilitas masih bisa naik secara signifikan. Dalam sisa waktu lebih kurang satu bulan ini, Ace mengatakan, selisih elektabilitas sebesar 11,8 persen sesuai hasil survei Litbang Kompas tidak mudah untuk dikejar.

Survei terbaru Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 itu turun 3,4 persen, dari 52,6 persen pada Oktober 2018 menjadi 49,2 persen pada survei kali ini.

Baca juga: Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Naik, Ini Tiga Penyebabnya Menurut Litbang Kompas

Di sisi lain, elektabilitas rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengalami kenaikan 4,7 persen.

Elektabilitas pasangan calon nomor urut 02 naik dari 32,7 persen pada Oktober 2018 menjadi 37,4 persen pada survei kali ini.

Selisih suara di antara kedua pasangan menyempit menjadi 11,8 persen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X