Pascadebat, Kemana Pemilih Pemula Berlabuh?

Kompas.com - 20/03/2019, 07:00 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU)RI menggelar simulasi nasional pemungutan dan penghitungan di area parkir Gua Selarong, Kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (9/3/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOKomisi Pemilihan Umum (KPU)RI menggelar simulasi nasional pemungutan dan penghitungan di area parkir Gua Selarong, Kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (9/3/2019)

Debat pilpres ketiga yang diikuti cawapres pada 17 Maret 2019 lalu menjadi ajang untuk merebut hati para pemilih pemula. Penekanan kepada pemilih pemula jelas tampak pada isu dan narasi visi misi yang diangkat oleh kedua cawapres.

Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, menawarkan program Kartu Indonesia Pintar khusus Kuliah (KIP Kuliah) yang menyasar siswa dan lulusan SMA atau sederajat yang merupakan pemilih pemula. Pun tampak dari narasi visi yang disampaikan Ma’ruf.

“Oleh karena itu, kepada anak-anak semua, saya nyatakan kalian jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk bercita-cita," ungkap Ma’ruf saat menyampaikan visi misi di awal debat.

Sementara cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyasar para pemilih pemula melalui gagasan penghapusan Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat.

Ujian Nasional, meskipun kini tak lagi dijadikan satu-satunya penentu kelulusan siswa, harus diakui tetap dianggap sebagai momok menakutkan oleh para siswa, terutama bagi siswa di daerah dimana kualitas pendidikan relatif tertinggal.

Kedua isu yang menyasar kelompok pemilih pemula tersebut turut dibahas pada panggung Satu Meja The Forum. Menarik untuk mengupas lebih dalam apakah gagasan ini telah melalui kajian komprehensif dan mendalam oleh tim sukses, atau hanya sekadar isu yang politisasi guna merebut suara pemilih pemula.

Kampanye terbuka

Pertarungan perebutan suara pemilih gamang tampaknya akan menjadi titik berat pada masa kampanye terbuka yang dimulai 24 Maret hingga 13 April 2019. Pada masa ini, kampanye diperbolehkan dilakukan di ruang terbuka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan masa kampanye pertemuan terbatas sebelumnya yang hanya diperbolehkan diselenggarakan di dalam ruangan atau gedung tertutup, kampanye terbuka tidak mengenal pembatasan jumlah massa.

Bagaimana strategi kedua kubu pada kampanye terbuka untuk merebut suara pemilih gamang akan dibahas mendalam pada panggung Satu Meja The Forum di Kompas TV, Rabu (20/3), mulai pukul 20.00 WIB.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proses Perizinan Usaha Dinilai Lebih Rumit karena UU Cipta Kerja, Ini Rekomendasi Bima Arya

Proses Perizinan Usaha Dinilai Lebih Rumit karena UU Cipta Kerja, Ini Rekomendasi Bima Arya

Nasional
MAKI Desak Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki

MAKI Desak Kejaksaan Agung Segera Pecat Pinangki

Nasional
Vaksinolog Sebut Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Divaksinasi, tapi Proteksi Tetap Ada

Vaksinolog Sebut Antibodi Turun Setelah 6 Bulan Divaksinasi, tapi Proteksi Tetap Ada

Nasional
Penjelasan Lengkap Kemendagri soal Warga Bekasi yang Sempat Batal Vaksin karena NIK-nya Digunakan WNA

Penjelasan Lengkap Kemendagri soal Warga Bekasi yang Sempat Batal Vaksin karena NIK-nya Digunakan WNA

Nasional
Soal Tarung Bebas di Makassar, Wakil Ketua Komisi X: Sediakan Wadah Penyaluran Ekspresi yang Positif

Soal Tarung Bebas di Makassar, Wakil Ketua Komisi X: Sediakan Wadah Penyaluran Ekspresi yang Positif

Nasional
Marak Baliho Politisi, Pengamat: Seharusnya Mereka Paham Harus Berbuat Apa Saat Pandemi Ini

Marak Baliho Politisi, Pengamat: Seharusnya Mereka Paham Harus Berbuat Apa Saat Pandemi Ini

Nasional
Bima Arya Sebut UU Cipta Kerja Ciptakan Semacam Tsunami Regulasi Baru, Jadi Lebih Rumit

Bima Arya Sebut UU Cipta Kerja Ciptakan Semacam Tsunami Regulasi Baru, Jadi Lebih Rumit

Nasional
Ketua DPR: Sasaran Vaksinasi Covid-19 Diperluas, Distribusi Tidak Boleh Tersendat

Ketua DPR: Sasaran Vaksinasi Covid-19 Diperluas, Distribusi Tidak Boleh Tersendat

Nasional
Ombudsman RI Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Investasi

Ombudsman RI Ungkap Laporan Masyarakat Terkait Investasi

Nasional
KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap Bansos Covid-19

KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Suap Bansos Covid-19

Nasional
Ngabalin Sebut Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tak Ganggu Anggaran Penanganan Covid-19

Ngabalin Sebut Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tak Ganggu Anggaran Penanganan Covid-19

Nasional
Panglima TNI: Semoga Tuhan Senantiasa Menjaga, Melindungi dan Membalas Pengabdian Tulus Nakes

Panglima TNI: Semoga Tuhan Senantiasa Menjaga, Melindungi dan Membalas Pengabdian Tulus Nakes

Nasional
Pesawat Kepresidenan Tuai Polemik, tapi Politisi Demokrat dan PDI-P Berdebat soal Warna Biru dan Merah

Pesawat Kepresidenan Tuai Polemik, tapi Politisi Demokrat dan PDI-P Berdebat soal Warna Biru dan Merah

Nasional
Papua Nugini Tegaskan Hormati Kedaulatan Indonesia atas Papua

Papua Nugini Tegaskan Hormati Kedaulatan Indonesia atas Papua

Nasional
Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendesa PDTT Kerja Sama dengan BSI

Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendesa PDTT Kerja Sama dengan BSI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X