Per Selasa Pagi, 89 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang di Sentani

Kompas.com - 19/03/2019, 14:04 WIB
Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.ANTARA FOTO/Gusti Tanati Sejumlah warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menjadi 89 orang. Hal itu berdasarkan data terbaru yang diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per Selasa (19/3/2019) pagi.

"Total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang, yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura, dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Selasa.

Sementara itu, jumlah korban hilang menurut laporan publik yaitu sebanyak 74 orang.

Untuk korban luka-luka, Sutopo menuturkan terdapat 84 korban luka berat dan 75 orang mengalami luka ringan.


Baca juga: Penanganan Banjir Bandang di Jayapura, 1.613 Personel Gabungan Diturunkan

Kemudian, Sutopo mengatakan terdapat 6.831 pengungsi di 15 titik, dengan total korban terdampak sebanyak 11.725 kepala keluarga.

"Untuk data korban terdampak adalah 11.725 KK yang terdapat di tiga distrik (kecamatan) yaitu Distrik Sentani, Waibu dan Sentani Barat," terangnya.

Terkait kerusakan bangunan, BNPB mencatat terdapat 350 unit rumah rusak berat, 2 gereja rusak berat, 1 masjid rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, dan 1 pasar rusak berat.

Untuk sarana dan prasarana publik yang terdampak yaitu 3 jembatan serta 8 drainase yang rusak berat.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan penanganan di lapangan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X