Usai Lawan Sandiaga di Debat Ketiga, Ma'ruf Langsung Blusukan ke Jatim

Kompas.com - 18/03/2019, 12:33 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin dalam sambutannya di Ponpes Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/12/2019), Dok media Jokowi-MarufCalon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin dalam sambutannya di Ponpes Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/12/2019),

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai melawan Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019, Minggu (17/3/2019) malam, calon wakil presiden nomor urut 01 Kiai Haji Ma'ruf Amin, Senin (18/3/2019), langsung melaksanakan kunjungan ke Provinsi Jawa Timur.

"Hari ini ke Gresik, Jombang, terus balik ke Surabaya. Besok ke Madura, Sumenep serta Pamekasan," ujar Ma'ruf di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi.

Ma'ruf mengaku, kunjungannya ke Jawa Timur adalah untuk memperkuat konsolidasi pemenangan. Ia berpendapat, elektabilitasnya bersama capres petahana Joko Widodo di provinsi tersebut sudah dalam tahap aman.

Baca juga: Kalla Sebut Debat Antara Sandiaga dan Maruf Seimbang

Namun, kondisi tersebut harus tetap dijaga hingga waktu pencoblosan 17 April 2019 yang akan datang.

"Jawa Timur ini sebetulnya sudah kondusif. Kami hanya memperkuat saja, menjaga, memelihara dan menambah," ujar Ma'ruf.

Di Gresik, Ma'ruf diagendakan menghadiri istigosah kubro di GOR Gresik, Hari Lahir NU dan syukuran Rusunawa di Pondok Pesantren Al-Islam Babussalam Jombang serta bersilaturahim dengan NU dan lintas agama di Golden City Mall Hotel Surabaya.

Baca juga: Maruf Amin: Saya Dengar Pak Jokowi Puas

 

Pada Selasa keesokan harinya, Ma'ruf juga akan bersilaturahim dengan pengurus dan santri di Pondok Pesantren Guluk-Guluk Sumenep dan menghadiri istigosah Gerakan Santri di Stadion Ratu Pamekasan.

Tak berhenti sampai di situ, Ma'ruf kemudian akan menyapa pendukung di Bengkulu dan Kalimantan Timur.

Ma'ruf mengatakan, rangkaian kunjungan tersebut merupakan permintaan dari simpul pendukung di daerah-daerah itu.

"Karena mereka ingin saya bersilaturahim dengan mereka, sepanjang kita masih bisa lakukan, ya kita lakukan," ujar Ma'ruf.

Kompas TV Usai melakukan debat ketiga, cawapres nomor urut 01, Ma&#39;ruf Amin, mengatakan bahwa pihak oposisi biasa untuk melakukan kritisi. Ia bersama capres 01, Joko Widodo, akan meneruskan<em> Basic Capital </em>Modal yang sudah diterapkan, membesarkan, dan memaksimalkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. <a href="https://www.youtube.com/results?search_query=#DebatCawapres2019">#DebatCawapres2019</a> <a href="https://www.youtube.com/results?search_query=#MarufAmin">#MarufAmin</a> <a href="https://www.youtube.com/results?search_query=#SandiagaUno">#SandiagaUno</a>

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Nasional
Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Nasional
Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Nasional
Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Nasional
Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Nasional
Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Nasional
Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Nasional
KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

Nasional
Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Nasional
Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Nasional
Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Nasional
Mendes PDTT Minta 'BumDes Bersama' Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Mendes PDTT Minta "BumDes Bersama" Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Nasional
Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Lebih 800.000 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP, Mendagri Sebut Itu Hak Mereka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X