Jokowi Sedih Ketum PPP Kena OTT, Yakin Tak Pengaruhi Elektabilitas

Kompas.com - 16/03/2019, 17:24 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan tiga orang perwakilan pedagang penerima kredit Ultra Mikro di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (1/3/2019). KOMPAS.com/ROSYID AZHARPresiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan tiga orang perwakilan pedagang penerima kredit Ultra Mikro di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (1/3/2019).
Penulis Ihsanuddin
|

MEDAN, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo meyakini elektabilitasnya bersama Cawapres Ma'ruf Amin tak akan berpengaruh dengan kasus korupsi yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

"Tidak mempengaruhi elektabilitas. Tetap solid dan semua tetap bekerja. Pekerjaan-pekerjaan politik terus dilakukan," kata Jokowi di Medan, Sabtu (16/3/2019).

Jokowi juga memastikan bahwa penangkapan Romahurmuziy tak mempengaruhinya soliditas Koalisi Indonesia Kerja. Ia meyakini seluruh parpol anggota koalisi, termasuk PPP, akan tetap solid memenangkannya bersama Ma'ruf Amin.

"Saya kira konsolidasi kita dengan partai-partai tidak masalah," ucap Jokowi.

Jokowi mengaku sangat sedih dengan kasus hukum yang menimpa Romy ini. Sebab, ia dan Romy selama ini berteman baik. Kendati demikian, ia tetap menghormati langkah Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca juga: Datangi PPP, Mbah Moen Ikut Rapat Bahas Jabatan Romy

"Kita menghormati keputusan yang ditetapkan oleh KPK dan seluruh proses hukum yang ada," kata dia.

KPK menetapkan Romahurmuziy sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam seleksi jabatan di Kementerian Agama. Pengumuman penetapan tersangka tersebut disampaikan pimpinan KPK Laode M Syarif didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di KPK, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Laode, Romahurmuziy selaku anggota DPR diduga sebagai penerima suap dari HRS, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan MFQ, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Romy, sapaan akrab Romahurmuziy, ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani rangkaian pemeriksaan setelah tertangkap tangan tim KPK, Jumat (15/3/2019). Romy terjaring operasi tangkap tangan bersama lima orang lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X