Terakhir Lapor Tahun 2010, Kekayaan Romahurmuziy Sekitar Rp 11,8 Miliar

Kompas.com - 15/03/2019, 22:54 WIB
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/4/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy terjaring dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Belum ada penjelasan rinci mengenai dugaan kasus yang menjeratnya.

Sebagai pejabat publik, Romy diketahui terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 19 Maret 2010 saat masih menjabat anggota DPR periode 2009-2014.

Berdasarkan risalah LHKPN Romy yang diunduh Kompas.com dari situs acch.kpk.go.id, total harta kekayaannya sebesar Rp 11.834.972.656 dan 51.377 dollar Amerika Serikat.


Baca juga: Setelah Terjaring OTT di Jatim, Romahurmuziy Tiba di Gedung KPK

Rinciannya, Romahurmuziy memiliki 13 bidang tanah dan bangunan senilai total Rp 2.551.827.000.

Harta itu tersebar di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Bekasi, dan Kabupaten Sleman.

Kemudian, ia tercatat memiliki 5 kendaraan, yaitu 2 mobil Kijang Innova, 1 mobil Mitsubishi Pajero Sport, 1 motor Honda Supra Fit, dan 1 mobil Ford Laser. Nilai total sekitar Rp 775.500.000.

Baca juga: Zulkifli Hasan: Romahurmuziy Itu Teman Kita, Mudah-mudahan Diberi Kekuatan

Romy juga memiliki usaha sendiri di PT Dugapat Mas dengan nilai jual Rp 1.478.496.000.

Ia mempunyai batu mulia, logam mulia, dan harta benda bergerak lain dengan nilai total sekitar Rp 425.000.000.

Romy juga memiliki surat berharga dengan nilai total Rp 1.154.616.819.

Setelah itu, ia mempunyai giro dan setara kas lain senilai 51.377 dollar Amerika Serikat dan Rp 5.284.832.837.

Romy tercatat memiliki piutang sekitar Rp 164.700.000.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Regional
SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Nasional
Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Internasional
Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Regional
Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Nasional
Pemenang DSC 2018, Memikat dengan 'Piawai', 'Paham' dan 'Persona'

Pemenang DSC 2018, Memikat dengan "Piawai", "Paham" dan "Persona"

Edukasi
Orangtua Bayi Bernama Gopay Dapat 'Cash Back' Rp 500 Ribu Per Bulan

Orangtua Bayi Bernama Gopay Dapat "Cash Back" Rp 500 Ribu Per Bulan

Regional
Hari Ini dalam Sejarah, RCA Merilis Televisi Berwarna Pertama di Dunia

Hari Ini dalam Sejarah, RCA Merilis Televisi Berwarna Pertama di Dunia

Internasional
Ini Nama 9 Panelis Debat Keempat Pilpres

Ini Nama 9 Panelis Debat Keempat Pilpres

Nasional
Sandiaga Uno Sebut Pegiat OK OCE Terbanyak Ada di Jakarta Barat

Sandiaga Uno Sebut Pegiat OK OCE Terbanyak Ada di Jakarta Barat

Nasional
'Tarif MRT Rp 8.500 Sangat Murah dan Terjangkau, Semoga Masyarakat Beralih...'

"Tarif MRT Rp 8.500 Sangat Murah dan Terjangkau, Semoga Masyarakat Beralih..."

Megapolitan
Kominfo Belum Putuskan Aturan soal 'Buzzer' Politik di Masa Tenang

Kominfo Belum Putuskan Aturan soal "Buzzer" Politik di Masa Tenang

Nasional
Mantan Perdana Menteri Sebut Pemilu Thailand Diwarnai Kecurangan

Mantan Perdana Menteri Sebut Pemilu Thailand Diwarnai Kecurangan

Internasional
Kasus Pemotor Tewas Tertimpa Baliho Capres, Polisi Tetap Menyelidiki Walau Keluarga Pasrah

Kasus Pemotor Tewas Tertimpa Baliho Capres, Polisi Tetap Menyelidiki Walau Keluarga Pasrah

Regional

Close Ads X