Polri: Pola Perekrutan Terduga Teroris Husain Sasar Perempuan

Kompas.com - 15/03/2019, 14:07 WIB
Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia. ANTARA FOTO/Jason Gultom/wpa/wsj. ANTARA FOTO/Jason GultomGaris polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia. ANTARA FOTO/Jason Gultom/wpa/wsj.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengungkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH) menyasar perempuan untuk menjalankan teror.

Husain diduga tergabung dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ia disebut berperan penting karena memiliki kemampuan merakit bom dan merekrut anggota.

"Pola rekrutannya dia sudah mulai merekrut perempuan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Salah satu perempuan yang ia rekrut ialah YS alias Khodijah yang ditangkap pada Kamis (14/3/2019) sore, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Baca juga: 5 Perkembangan Terbaru Setelah Ledakan dan Penangkapan Terduga Teroris di Sibolga

YS disebut telah merencanakan untuk menyerang aparat keamanan dan memerintahkan seorang anggota lain untuk menyebarkan video ancaman bagi anggota Polri.

"Dia itu akan melakukan amaliyah bersama AH. Jadi yang di Klaten berhubungan sama di Sibolga, AH juga," ujarnya.

Selain itu, terdapat pula seorang perempuan berinisial R yang direkrut untuk dinikahi sebagai istri kedua AH.

Baca juga: Diduga Jaringan Teroris Sibolga, Perempuan Asal Klaten Ditangkap Densus 88

Dedi menuturkan R juga telah ditangkap oleh tim Densus 88 Mabes Polri.

Istri AH yang berinisial MSH juga disebut telah terpapar radikalisme. MSH meledakkan diri bersama anaknya pada Rabu (13/3/2019) dini hari, setelah proses negosiasi yang dilakukan polisi tidak membuahkan hasil.

"Di AH sudah ada tiga wanita, yang satu istrinya yang meledakkan diri, yang dua R yang direkrut sebagai istri keduanya, dan yang tadi YS ditangkap di Klaten," ungkap Dedi.

Kompas TV Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi Tim Kepolisian yang sudah bekerja maksimal dalam mengungkap kasus terorisme hingga ke Sibolga. JK tak mengira bahwa kasus terorisme sudah menyasar ke Sibolga. Wapres pun meminta kepada masyarakat agar mengawasi wilayahnya masing-masing agar ruang gerak teroris di Indonesia semakin sempit. #wapres #jk #bomsibolga

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X