Polisi Cermati Fenomena Baru Perempuan Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri

Kompas.com - 15/03/2019, 12:03 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/3/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI mulai melihat fenomena baru dalam pola tindak pidana terorisme di Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, terkait penangkapan terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah (AH), di Sibolga, Sumatera Utara, yang berujung pada bom bunuh diri istri AH yang berinisial MSH alias Solimah.

Dedi menuturkan mulai terlihat keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme sejak serangan bom di tiga gereja di Surabaya, 13 Mei 2018.

"Pasca-kejadian bom Surabaya, kelompok ini ada 1 fenomena yang baru di Indonesia. sudah mulai melibatkan, mohon maaf, perempuan, untuk melakukan lone wolf," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2019).


Baca juga: 5 Perkembangan Terbaru Setelah Ledakan dan Penangkapan Terduga Teroris di Sibolga

Pada saat kejadian bom Surabaya, terduga pelakunya merupakan satu keluarga.

Lalu, untuk kejadian di Sibolga, istri AH meledakkan diri bersama anaknya, setelah proses negosiasi yang dilakukan aparat tidak membuahkan hasil.

Bahkan, AH mengungkapkan kepada penyidik bahwa istrinya lebih militan. Hal itu yang diduga membuatnya nekat melakukan bom bunuh diri.

"AH sendiri menyampaikan kepada penyidik bahwa saya tidak begitu yakin untuk bisa meyakinkan istri saya untuk bisa menyerahkan diri, karena pemahaman ajaran istri saya jauh lebih keras dibanding saya sendiri," kata dia.

Baca juga: Ahli Merakit Bom, Terduga Teroris di Sibolga Aktif Selama 6 Tahun di Jaringannya

"Oleh karenanya terjadi peledakan bom bunuh diri pada kejadian kemarin," sambung Dedi.

Meski baru terlihat di Indonesia, Dedi mengatakan fenomena tersebut sudah terjadi di negara lain yang terpapar paham ISIS, seperti Afganistan, Irak, dan Suriah.

AH sendiri diduga tergabung dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Oleh karena itu, Dedi pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memberantas terorisme.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme. Karena terorisme merupakan musuh bersama, musuh bangsa ini," ujar Dedi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X