5 Perkembangan Terbaru Setelah Ledakan dan Penangkapan Terduga Teroris di Sibolga

Kompas.com - 15/03/2019, 08:47 WIB
Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). Ledakan diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri. ANTARA FOTO/DAMAI MENDROFA Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). Ledakan diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga Kamis (14/3/2019), tim gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah (AH) di Sibolga, Sumatera Utara.

TKP itu menjadi tempat MSH alias Solimah, istri AH, meledakkan diri bersama anaknya setelah negosiasi yang dilakukan polisi tidak membuahkan hasil.

AH sebelumnya ditangkap di Sibolga pada Selasa (12/3/2019). Ia diduga tergabung dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Berikut fakta-fakta terbaru:


1. Korban luka akibat ledakan menjadi 3 orang

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, total korban dari rentetan ledakan yang terjadi di Sibolga menjadi tiga orang.

Seorang aparat dan seorang warga sipil diketahui menjadi korban dalam ledakan pertama pada Selasa (12/3/2019) saat polisi melakukan penggeledahan di rumah AH.

Kemudian, satu aparat kepolisian disebutkan menjadi korban akibat ledakan bom bunuh diri istri AH.

"Jadi masyarakat yang kena 1, anggota kepolisian 2, hari pertama pada saat penggerebekan dan malamnya pada saat terjadi ledakan yang besar," kata Dedi di gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

2. Polisi tangkap 2 rekan Husain di Sibolga

Sebagai pengembangan dari penangkapan AH, polisi menangkap dua terduga teroris dengan inisial AK alias Ameng dan ZP atau Ogel di Sibolga, Selasa.

AK diketahui berperan menyumbang dana Rp 15 juta untuk membeli kebutuhan perakitan bom.

Sementara itu, terduga teroris berinisial ZP atau Ogel berperan dalam perencanaan dan penyimpanan logistik.

"Yang bersangkutan (P) berperan juga ikut aktif dalam merencakan amaliyah yang akan dilakukan oleh AH dan dua temannya tersebut. Kemudian perannya juga menyimpan bahan-bahan peledak yang akan digunakan oleh tersangka AH," ujar Dedi.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X