Korban Rentetan Ledakan di Sibolga Jadi 3 Orang

Kompas.com - 15/03/2019, 06:11 WIB
Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga,  Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). Ledakan tersebut diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri.ANTARA FOTO/DAMAI MMENDROFA Petugas kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019). Ledakan tersebut diduga terkait penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial Hu alias AH di Sibolga, Sumut oleh Densus 88 Mabes Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu aparat kepolisian disebutkan menjadi korban akibat ledakan bom bunuh diri MSH alias Solimah, istri terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah (AH) di Sibolga, Sumatera Utara, pada Rabu (13/3/2019) dini hari.

"Korban luka tambahan kemarin hanya satu anggota yang kepala kena serpihan bom," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Dedi mengatakan total korban dari rentetan ledakan yang terjadi di Sibolga menjadi tiga orang. Mereka terdiri dari dua aparat dan seorang warga sipil.

Seorang aparat dan seorang warga sipil diketahui menjadi korban pada ledakan pertama pada Selasa (12/3/2019, saat polisi melakukan penggeledahan di rumah AH.


"Jadi masyarakat yang kena 1, anggota kepolisian 2, hari pertama pada saat penggerebekan dan malamnya pada saat terjadi ledakan yang besar," kata dia.

Baca juga: Polisi Amankan 5 Bom Kontainer di Rumah Terduga Teroris di Sibolga

AH ditangkap di Sibolga pada Selasa (12/3/2019). AH diduga tergabung dalam jaringan yang berafiliasi dengan ISIS.

Saat akan menggeledah rumah AH, ledakan terjadi di rumah tersebut dan melukai seorang polisi. Petugas akhirnya memilih menjauh dari rumah tersebut.

Melalui pengeras suara di masjid, petugas meminta agar MSH menyerahkan diri bersama anaknya.

Namun pada Rabu dini hari, MSH meledakkan diri di dalam kamar. Di kamar tersebut juga ada anak berusia dua tahun.

Hingga Kamis, tim gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mensterilkan lokasi dari aktivitas warga hingga radius sekitar 200 meter.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X