Moeldoko: Sandal Hilang di Masjid, Pak Jokowi yang Disalahkan...

Kompas.com - 14/03/2019, 22:25 WIB
Kepala Staf Presiden, Moeldoko menerima Mugiyanto (baju putih) dan keluarga korban didampingi Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, di Binagraha, Rabu (13/3/2019).KANTOR STAF PRESIDEN Kepala Staf Presiden, Moeldoko menerima Mugiyanto (baju putih) dan keluarga korban didampingi Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, di Binagraha, Rabu (13/3/2019).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa saat ini muncul fenomena penggiringan opini publik dari pihak-pihak tertentu untuk melemahkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Ini fenomena yang baru dan lucu sedang berjalan di Indonesia. Ada penggiringan opini berjalan terus menerus, semua persoalan dikaitkan dengan Pak Jokowi," kata Moeldoko saat dijumpai di sela kegiatannya mendampingi Presiden Jokowi di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019). 

"Bahkan, sandal hilang di masjid pun Pak Jokowi yang disalahkan," lanjut mantan Panglima TNI itu.

Moeldoko berkaca pada dua pernyataan. Pertama, pernyataan yang baru saja dilontarkan Bahar bin Smith usai menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus dugaan penganiayaan di Kota Bandung, Kamis siang.


Baca juga: Zulkifli Kritik Moeldoko dan Neno Warisman yang Pakai Istilah Perang Terkait Pilpres

Bahar menyinggung, perkara yang menjeratnya ini merupakan bentuk ketidakadilan dari Jokowi sebagai kepala negara. Ia pun mengeluarkan kalimat bernada ancaman kepada Jokowi.

"Tunggu saya keluar. ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya, akan dia rasakan," ungkap Bahar.

Kedua, pernyataan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Sebelumnya, Arief menyalahkan Jokowi terhadap kasus penyalahgunaan narkotika oleh mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

"Andi Arief itu cuma menjadi korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia," kata Arief.

Moeldoko menegaskan, penggiringan opini tersebut perlu dihentikan. Masyarakat juga perlu diluruskan agar tidak terbawa dengan opini tersebut.

"Ada sebuah anomali berpikir kita. Ini perlu diluruskan negara, agar masyarakat tidak seenaknya mengarahkan sasarannya kepada Pak Jokowi khususnya. Karena memangsituasi sekarang ini cukup mendukung bagi kelompok tertentu mengarahkan sasarannya kepada Pak Jokowi," ujar Moeldoko.




Close Ads X