Ini Keterlibatan Terduga Teroris yang Ditangkap di Riau

Kompas.com - 14/03/2019, 21:17 WIB
Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial RG alias R alias AR, di Bagan, Rokan Hilir, Riau, pada Kamis (14/3/2019) pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, RG diduga mengunggah video TKP ledakan saat debat Pemilihan Presiden (Pilpres) di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019).

"Keterlibatan RG, mengunggah video TKP ledakan di Parkir Timur Senayan, ke group channel Media Khilafah," ujar Dedi melalui keterangan tertulis, Kamis.

Kemudian, RG juga diduga memposting poster propaganda terkait kelompok ISIS di Filipina, menyebarkan ujaran kebencian terhadap Densus 88, dan gambar kelompok Hacked Munashir Cyber ke beberapa grup.

Selain itu, RG juga diduga menyebarkan laman web Hacked by Munashir Cyber Section yang disebutkan berisi poster propaganda serupa Group Ash Shaff Media.

Peran lainnya dari RG adalah mengunggah link laman Telegram yang mengabarkan kegiatan ISIS di Filipina.

Baca juga: Satu Terduga Teroris Ditangkap di Riau

Setelah ditangkap, polisi kemudian menggeledah kediaman RG.

"Selanjutnya sekira pukul 09.00 WIB, tim Densus 88 Mabes Polri dengan di-back-up personel Polres Rohil dengan disaksikan oleh RT, RW, orangtua, dan keluarga yang bersangkutan guna melakukan penggeledahan di tempat tinggal tersangka," jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

Kompas TV Setelah ledakan yang diduga bom terjadi pada Selasa (12/3) dan Rabu (13/3) dini hari, polisi masih terus berjaga ketat di sekitar Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga, Sumatera Utara. Rekayasa jalan terus dilakukan, sementara polisi terus menyelidiki dugaan keterlibatan satu keluarga atas ledakan ini. Sebelumnya, polisi telah menangkap Abu Hamzah pada Selasa (12/3). Informasi selengkapnya mengenai penangakapan terduga teroris disampaikan oleh Jurnalis KompasTV Khairul Bazar berikut ini. #LedakanSibolga #LedakanBom #AbdulHamzah

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pansel: Polisi yang Daftar Capim KPK Harus Ikut Tahapan untuk Hindari Konflik Kepentingan

Pansel: Polisi yang Daftar Capim KPK Harus Ikut Tahapan untuk Hindari Konflik Kepentingan

Nasional
Muhaimin Sarankan Koalisi Jokowi-Ma'ruf Tak Tambah Partai

Muhaimin Sarankan Koalisi Jokowi-Ma'ruf Tak Tambah Partai

Nasional
Ingin Pertahankan Hasil Pilpres, Kelompok Advokat Daftar Jadi Pihak Terkait Tak Langsung

Ingin Pertahankan Hasil Pilpres, Kelompok Advokat Daftar Jadi Pihak Terkait Tak Langsung

Nasional
Novanto Pelesiran Lagi, Wiranto Sebut Perlu Lapas Khusus di Pulau Terpencil

Novanto Pelesiran Lagi, Wiranto Sebut Perlu Lapas Khusus di Pulau Terpencil

Nasional
Pemerintah Kebut Infrastuktur di Enam Provinsi

Pemerintah Kebut Infrastuktur di Enam Provinsi

Nasional
Polri: 4 dari 9 Korban Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Dipastikan Tewas karena Peluru Tajam

Polri: 4 dari 9 Korban Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Dipastikan Tewas karena Peluru Tajam

Nasional
Jika Terpilih Masuk Pemerintahan, Kader PKB Bakal Prioritaskan 3 Agenda Ini

Jika Terpilih Masuk Pemerintahan, Kader PKB Bakal Prioritaskan 3 Agenda Ini

Nasional
Wadah Pegawai KPK Ingatkan Pansel Utamakan Rekam Jejak Calon Pimpinan

Wadah Pegawai KPK Ingatkan Pansel Utamakan Rekam Jejak Calon Pimpinan

Nasional
Tolak Permohonan Kivlan Zen, Wiranto Tegaskan Hukum Tak Bisa Diintervensi

Tolak Permohonan Kivlan Zen, Wiranto Tegaskan Hukum Tak Bisa Diintervensi

Nasional
TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut 30 Saksi dari Tim Hukum 02 Tabrak Ketentuan Beracara di MK

TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut 30 Saksi dari Tim Hukum 02 Tabrak Ketentuan Beracara di MK

Nasional
'Hanya Cicak di Gedung Dewan Ini yang Tak Terima Uang...'

"Hanya Cicak di Gedung Dewan Ini yang Tak Terima Uang..."

Nasional
KPU Finalisasi Draf Jawaban Baru untuk Hadapi Gugatan Prabowo

KPU Finalisasi Draf Jawaban Baru untuk Hadapi Gugatan Prabowo

Nasional
BPK Usulkan Kemhan Buat Program Wajib Militer

BPK Usulkan Kemhan Buat Program Wajib Militer

Nasional
Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Akan Kirim 4 Truk Berisi Tambahan Alat Bukti

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Akan Kirim 4 Truk Berisi Tambahan Alat Bukti

Nasional
Fadli Zon: Kami Mau Cari Kebenaran, Bukan Sekadar Persolan Administratif

Fadli Zon: Kami Mau Cari Kebenaran, Bukan Sekadar Persolan Administratif

Nasional

Close Ads X