700 Hari Penyerangan Novel, 180.000 Orang Dukung Petisi Pembentukan Tim Independen

Kompas.com - 13/03/2019, 07:49 WIB
Aktivs dan pegawai KPK menggelar jumpa pers terkait 700 hari penyerangan terhadap Novel Baswedan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINAktivs dan pegawai KPK menggelar jumpa pers terkait 700 hari penyerangan terhadap Novel Baswedan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah mencapai hari ke-700.

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan oleh Kepolisian.

Aktivis yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil antikorupsi meminta agar Presiden membentuk tim independen pencari fakta.

Wacana pembentukan tim independen itu terus mendapat dukungan dari masyarakat.

Petisi online yang dibuat dalam situs Change.org telah ditandatangani oleh lebih dari 180.000 orang hingga hari ke-700 pasca penyerangan terhadap Novel terjadi.

Baca juga: Desakan Penuntasan Kasus Novel Baswedan Dinilai Tak Ada Kaitan dengan Pilpres

Petisi itu mengenai dukungan terhadap pembentukan tim independen oleh presiden.

"Awalnya hanya 45.000 orang, sewaktu Novel kembali dari pengobatan di Singapura. Tetapi, semakin lama semakin banyak yang minta pembentukan TGPF yang independen," ujar Yansen Dinata, salah satu penggagas petisi dalam jumpa pers peringatan 700 hari penyiraman air keras di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Koalisi masyarakat sipil berharap suara publik yang disalurkan melalui petisi online ini dapat menjadi pertimbangan bagi Presiden Joko Widodo untuk lebih menunjukkan komitmen pada penuntasan kasus Novel.

Permintaan pembentukan tim independen ini sekaligus kritikan terhadap Institusi Polri yang dianggap tidak dapat mengungkap pelaku penyiraman air keras.

Tim gabungan yang dibentuk Polri pada Januari 2019 dianggap belum menghasilkan apa-apa.

Baca juga: 700 Hari Berlalu, Apa Kabar Kasus Novel Baswedan?

Koalisi meminta agar Kepolisian menghormati tim pencari fakta independen jika sudah dibentuk oleh presiden.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X