Kompas.com - 12/03/2019, 13:39 WIB
Pimpinan Komisi III menunjukan surat penetapan Wahiddudin Adams dan Aswanto sebagai hakim Mahkamah Konstitusi periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Pimpinan Komisi III menunjukan surat penetapan Wahiddudin Adams dan Aswanto sebagai hakim Mahkamah Konstitusi periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat memilih dua orang petahana sebagai hakim Mahkamah Konstitusi periode 2019-2024. Dua orang tersebut adalah Wahiddudin Adams dan Aswanto.

"Dua-duanya incumbent dan sesuai dengan mekanisme di DPR, pertama kita ambil upaya musyawarah mufakat," ujar Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Sebagai partai terbesar di DPR, Fraksi PDI-P yang memulai pertama kali dalam rapat tersebut. PDI-P mengusulkan dua nama petahana ke forum rapat.

Lalu, menurut Trimendya, fraksi lain kemudian menanggapi usulan PDI-P serta mengusulkan dua nama yang sama. DPR tak menggelar rapat pleno untuk memilih dua nama itu. 

Baca juga: Ini yang Sebaiknya Dipertimbangkan DPR untuk Ukur Kemampuan Calon Hakim MK

"Akhirnya secara aklamasi menyetujui dua nama itu karena sudah melalui proses musyawarah mufakat, ya kita tidak lagi memerlukan pleno," ujar Trimedya.

Trimedya mengatakan, Ketua Komisi III Kahar Muzakir langsung mengirimkan surat kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo. Komisi III meminta agar sidang paripurna pelantikan kedua hakim MK terpilih itu segera dijadwalkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini yang Sebaiknya Dipertimbangkan DPR untuk Ukur Kemampuan Calon Hakim MK

"Tadi ketua komisi langsung mengirim surat ke Ketua DPR supaya minta penjadwalan paripurna," kata dia.

Wahiddudin dan Aswanto menyisihkan sembilan orang calon lain. Dalam proses pencalonan hakim MK, terdapat 11 orang yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan.

Ke-11 nama tersebut adalah Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciada Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta, dan Sugianto.

Kompas TV Simak dialognya dalam Kompas Petang berikut ini!
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.