Datangi KPK, Lembaga Antikorupsi Afghanistan Bahas Kerja Sama Pemberantasan Korupsi

Kompas.com - 11/03/2019, 18:49 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif (berkacamata) dan Lembaga antikorupsi Afghanistan, The Independent Joint Anti-Corruption Monitoring and Evaluation Committee (MEC) di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Senin (11/3/2019). Dokumentasi Humas KPKWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif (berkacamata) dan Lembaga antikorupsi Afghanistan, The Independent Joint Anti-Corruption Monitoring and Evaluation Committee (MEC) di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Senin (11/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga antikorupsi Afghanistan, The Independent Joint Anti-Corruption Monitoring and Evaluation Committee (MEC) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jakarta, Senin (11/3/2019).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, perwakilan MEC datang untuk membahas kerja sama pemberantasan korupsi.

Perwakilan MEC juga ada yang mengikuti rangkaian pelatihan di Pusat Edukasi Antikorupsi yang dikelola KPK.

Baca juga: Billy Sindoro Divonis 3,5 Tahun Penjara, Ini Tanggapan Ketua KPK

"Kita membicarakan kemungkinan kerja sama ke depan dan beliau-beliau juga datang untuk bertukar pikiran dan belajar di Anti-Corruption Learning Center di gedung sebelah yang akan dimulai pada hari Rabu," kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (11/3/2019) sore.

Laode memandang, Afghanistan juga memiliki kiprah yang baik dalam pemberantasan korupsi. Sebab, mereka juga bisa menjerat pelaku korupsi mulai dari gubernur, menteri hingga jenderal di militer.

Senada dengan Laode, Executive Director MEC Maiwand Rohani mengakui kedatangan rombongan dari Afghanistan adalah untuk saling bertukar informasi dan pengalaman terkait pemberantasan korupsi.

Baca juga: PTUN Tolak Gugatan Wadah Pegawai KPK soal Mutasi Jabatan

"Kami saling belajar satu sama lain dan membangun kerja sama internasional terkait apa yang akan dibutuhkan dari KPK untuk mendukung kami di Afghanistan dan apa yang dibutuhkan dari Afghanistan untuk membantu KPK ke depannya," kata Maiwand. 

Ia juga mempersilakan perwakilan KPK untuk berkunjung ke Afghanistan guna melihat secara langsung proses pemberantasan korupsi di sana.

Maiwand berharap kerja sama antara lembaga antikorupsi Afghanistan dan KPK bisa berjalan dengan baik seiring waktu.

"Tentu nantinya kita harapkan kolaborasi ini terus berjalan seiring waktu," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

Nasional
KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

Nasional
Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Nasional
Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Nasional
Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Nasional
Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Nasional
Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Nasional
Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Nasional
Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Nasional
UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

Nasional
 Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Nasional
UPDATE 31 Oktober: Pemerintah Periksa 29.001 Spesimen Covid-19 dalam Sehari

UPDATE 31 Oktober: Pemerintah Periksa 29.001 Spesimen Covid-19 dalam Sehari

Nasional
UPDATE 31 Oktober: Ada 67.900 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Oktober: Ada 67.900 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Jokowi Kecam Aksi Teror dan Kekerasan di Paris dan Nice

Jokowi Kecam Aksi Teror dan Kekerasan di Paris dan Nice

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X