TKN: Survei Internal BPN Semau Dia Sendiri, Mau Menang atau Kalah...

Kompas.com - 11/03/2019, 13:49 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai, klaim hasil survei internal Badan Pemenangan Nasional terhadap elektabilitas capres-cawapres hanya untuk memyemangati tim sukses mereka.

Hal itu disampaikan Karding menanggapi hasil survei BPN bahwa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul atas Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Ya kalau survei internal, kita tentu tidak bisa mengukurnya. Wong itu internal. Internal itu kan semau dia sendiri. Mau menang, mau kalah. Mau berapa persen, itu urusannya dia. Tetapi lebih dari itu, itu hanya untuk membangun framing bahwa Pak Prabowo itu masih kuat," kata Karding saat dihubungi, Senin (11/3/2019).

"Jadi saya kira itu hanya upaya dari BPN untuk tetap mempertahankan motivasi dan semangat pemilih dan timnya. Kalau tergerus terus seperti ini, dia khawatir elektabilitas mereka semakin menurun," lanjut politisi PKB itu.


Baca juga: Survei Internal BPN: Prabowo-Sandiaga 54 Persen, Jokowi-Maruf 40-an Persen

Karena itu, Karding menilai, wajar bila survei internal BPN berbeda hasilnya dengan sejumlah lembaga survei yang kredibel.

Ia menambahkan, mayoritas survei secara umum justru menyatakan elektabilitas Jokowi lebih unggul daripada Prabowo.

Karding menilai, elektabilitas Prabowo terus tertinggal dari Jokowi lantaran tak pernah menawarkan program yang kreatif dan mampu menarik suara masyarakat.

Baca juga: Timses Yakin Prabowo-Sandiaga Bisa Raih Suara di Atas 60 Persen

"Kita lihat kan, bahwa isu yang dibangunnya itu-itu saja. Selama ini enggak ada yang menarik. Kegiatannya juga tidak ada yang begitu kreatif dan menambah suara," tutur Karding.

"Jadi di satu sisi di Pak Jokowi arus dukungan profesi, arus dukungan alumni, dan yang lain-lain terus bergerak. Tidak hanya di tingkat publik, tetapi door to door juga maksimal," lanjutnya.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak sebelumnya mengklaim, berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mencapai 54 persen.

Baca juga: Elektabilitas Terbaru Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Menurut 4 Lembaga Survei

Sementara elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin diklaim berada di sekitar 40 persen.

Hal itu ia sampaikan saat dimintai tanggapannya terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi ketimbang pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Hasil survei kami, justru saat ini sudah crossing, Prabowo-Sandi sudah di angka 54 persen, sedang Jokowi 40-an," ujar Dahnil saat dihubungi, Senin.

Kendati demikian, Dahnil tidak menyebutkan secara spesifik mengenai hasil survei internal tersebut, misalnya mengenai jumlah responden dan kapan survei internal itu dilakukan.

Ia juga tidak menyebut daerah mana saja yang menjadi basis kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah mengatakan, pihaknya yakin pasangan Prabowo-Sandiaga dapat meraih suara di atas 60 persen pada saat pencoblosan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X