Politisi Gerindra Minta Ormas Bantu Yakinkan Anggota DPR soal Pentingnya RUU PKS

Kompas.com - 08/03/2019, 18:25 WIB
Politisi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.istimewa Politisi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Panja Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual ( RUU PKS) Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo meminta bantuan kepada masyarakat yang ada di organisasi penyandang disabilitas untuk membantu penyelesaian RUU ini.

Caranya dengan meyakinkan anggota panja lain mengenai pentingnya RUU ini. Hal ini disampaikan ketika menerima audiensi dari sejumlah organisasi penyandang disabilitas yang meminta RUU PKS segera dituntaskan.

"Sekali lagi sejujurnya kami masih agak sedikit prihatin adanya rekan kami yang belum mengerti perspektif korban. Bagaimana mau mengerti perspektif korban kalau perspektif gender saja belum mengerti," ujar Sara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

"Masukan kami, bantu kami untuk membantu meyakinkan teman-teman," tambah dia.

Baca juga: KPPA Targetkan RUU PKS Disahkan Agustus 2019

Sara mengatakan masih banyak anggota panja yang merasa RUU PKS belum diperlukan. Mereka merasa UU KUHP yang ada saat ini sudah cukup untuk melindungi perempuan.

Anggota panja yang memiliki pandangan berbeda soal RUU ini juga mendengar masukan dari pakar hukum yang tidak mendukung RUU PKS. Oleh karena itu, Sara menilai penting bagi organisasi masyarakat semacam ini memberi pandangan baru bagi rekan-rekannya.

Sara memberikan arahan spesifik kepada pengurus organisasi yang hadir. Mereka diminta melakukan audiensi langsung dengan pimpinan fraksi masing-masing partai dan anggota yang masuk dalam Panja RUU PKS.

"Karena kalau ngomongnya sama anggota Komisi VIII tetapi enggak masuk di panja, sama saja bohong," kata Sara.

Sara berharap audiensi ini bisa mereka lakukan sebelum bulan Mei 2019. Sebab rencananya pembahasan RUU PKS akan dilanjutkan pada bulan itu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X