Polisi Masih Dalami Jaringan Pemasok Narkoba kepada Andi Arief

Kompas.com - 08/03/2019, 12:49 WIB
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief saat menyambangi BNN, Jakarta, Rabu (6/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comWasekjen Partai Demokrat Andi Arief saat menyambangi BNN, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian mengaku masih mendalami jaringan penyuplai narkoba kepada politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

Sebelumnya, Andi Arief ditangkap oleh aparat kepolisian pada Minggu (3/3/2019) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, karena kasus dugaan penggunaan narkoba.

"Jaringan masih didalami. Hasil konfirmasi terakhir masih didalami siapa yang menjadi pemasok," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Selama Proses Rehabilitasi, Andi Arief Akan Jalani Tahapan Medis dan Sosial

Kendati demikian, terkait proses rehabilitasi Andi Arief, Dedi tak dapat berkomentar banyak.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Untuk AA domain yang bisa menjelaskan BNN, khususnya Direktur Rehabilitasi, karena saat ini untuk saudara AA dalam proses rehabilitasi, mengenai urutan rehabilitasi, materi yang akan direhabilitasi, sana yang paling kompeten menjelaskan," terangnya.

Baca juga: Demokrat Pertimbangkan 2 Hal Terkait Permohonan Mundur Andi Arief

Setelah ditangkap, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M Iqbal mengungkapkan polisi sudah melakukan tes urine terhadap Andi Arief.

Hasilnya, Andi diketahui positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Namun, kasus Andi Arief tidak dilanjutkan ke penyelidikan karena tidak ditemukan barang bukti meskipun dirinya positif menggunakan narkotika.

Baca juga: Polri: Perempuan yang Bersama Andi Arief adalah Sahabatnya

Karena tidak ada bukti narkotika, Iqbal menjelaskan, dalam surat edaran nomor 01/II/2018/Bareskrim tentang Petunjuk Rehabilitasi Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika poin 2 huruf B, maka tersangka tidak dilanjutkan ke proses penyidikan, namun dilakukan interograsi untuk mengetahui sumber diperolehnya narkotika.

"Maka saudara AA tidak ditahan karena perkaranya tidak dilanjutkan ke proses penyidikan," ungkap Iqbal.

Selanjutnya, lanjut Iqbal, Andi memasuki masa rehabilitasi di BNN dengan diawali masa observasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X