Kompas.com - 08/03/2019, 09:49 WIB
Simulasi pengamanan pemilu yang digelar TNI dan Polri di halaman Makodim 0413 Bangka, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURSimulasi pengamanan pemilu yang digelar TNI dan Polri di halaman Makodim 0413 Bangka, Kamis (7/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane meminta kepolisian menjadi garda terdepan dalam menjaga kondisi Pemilu 2019 berjalan kondusif dan tidak gaduh.

Hal itu Neta ungkapkan menyusul peristiwa penangkapan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet atas dugaan kasus penghinaan terhadap institusi TNI.

"Dari kasus Robet, IPW meminta jajaran kepolisian agar menjaga situasi Pemilu 2019 berjalan kondusif. Sebab, bukan mustahil kepolisian bisa salah langkah dan membuat masalah kian rumit menjelang dan paska Pemilu 2019," ujar Neta kepada Kompas.com, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Wapres Kalla Sebut Saling Sindir di Kampanye Sekarang Masih Kondusif

Menyikapi dinamika politik pada tahun ini, lanjut Neta, Polri seakan gamang dan khawatir dirundung tidak netral oleh masyarakat. Untuk itu, kepolisian wajib berkonsentrasi mengamankan proses pemilu.

Robet sebelumnya ditangkap karena diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA, berita hoaks atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

Robet diduga melanggar Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Soal Pembakaran Bendera, Stafsus Presiden Minta Kedepankan Suasana Kondusif

Tindak pidana tersebut diduga dilakukan Robet saat berorasi di Aksi Kamisan pada 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI.

Dalam orasinya itu, Robet menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan mahasiswa pergerakan 1998 untuk menyindir institusi ABRI.

Tak hanya kasus Robet, Neta juga mengingatkan kepolisian untuk bekerja dengan cepat dalam mendeteksi dini adanya kelompok yang hendak mengacaukan proses pemilu.

Baca juga: Polri Imbau Masyarakat Jaga Situasi Kondusif Aksi Malam Munajat 212

Ia mencontohkan, hingga saat ini, kepolisian belum mengungkap kasus teror pembakaran di Jawa Tengah yang masih berlanjut.

"IPW berharap kepolisian untuk cepat mendeteksi kekacauan proses pemilu. Kasus rentetan pembakaran mobil di Jawa Tengah adalah gambaran bahwa kelompok radikal mendapat peluang untuk beraksi. Polri harus maksimalkan polsek dan polresnya," ungkapnya kemudian.

Kompas TV Suhu politik di Jawa Tengah semakin terasa dengan kedatangan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Apa kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo soal kondusifitas jelang pemilu yang berlangsung 2 bulan lagi? Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan berbincang bersama kami lewat sambungan satelit dari Studio KompasTV di Semarang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Suap di Kolaka Timur, KPK Panggil Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai Saksi

Kasus Suap di Kolaka Timur, KPK Panggil Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai Saksi

Nasional
Anggota Komisi III Minta Kapolsek yang Diduga Lecehkan Anak Tersangka Diproses Pidana

Anggota Komisi III Minta Kapolsek yang Diduga Lecehkan Anak Tersangka Diproses Pidana

Nasional
Targetkan Vaksinasi Lansia di Jawa-Bali 70 Persen, Luhut Berharap Mampu Tekan Angka Kematian

Targetkan Vaksinasi Lansia di Jawa-Bali 70 Persen, Luhut Berharap Mampu Tekan Angka Kematian

Nasional
OTT di Kuansing, KPK Amankan 8 Orang Termasuk Bupati Andi Putra

OTT di Kuansing, KPK Amankan 8 Orang Termasuk Bupati Andi Putra

Nasional
Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Nasional
Menkes Perkirakan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun Capai 300 Juta Suntikan

Menkes Perkirakan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun Capai 300 Juta Suntikan

Nasional
Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT, KPK: Terkait Dugaan Suap Perizinan Perkebunan

Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT, KPK: Terkait Dugaan Suap Perizinan Perkebunan

Nasional
Tokoh Agama Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak

Tokoh Agama Berperan Penting dalam Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak

Nasional
Kapolsek Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Mutasi, Imparsial: Sangat Tidak Cukup

Kapolsek Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Mutasi, Imparsial: Sangat Tidak Cukup

Nasional
OTT di Riau, KPK Tangkap Bupati Kuansing Andi Putra

OTT di Riau, KPK Tangkap Bupati Kuansing Andi Putra

Nasional
UNJ Akan Ubah Aturan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Aliansi Dosen: Ada Kepentingan Non-akademik

UNJ Akan Ubah Aturan Pemberian Gelar Doktor Kehormatan, Aliansi Dosen: Ada Kepentingan Non-akademik

Nasional
Menko PMK Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keakuratan Data Program JKN

Menko PMK Tekankan Pentingnya Kecepatan dan Keakuratan Data Program JKN

Nasional
Kasus Gratifikasi Puput Tantiana, KPK Periksa 9 Pejabat Probolinggo sebagai Saksi

Kasus Gratifikasi Puput Tantiana, KPK Periksa 9 Pejabat Probolinggo sebagai Saksi

Nasional
Dukung Jokowi Tutup BUMN Tak Berkembang, Puan: Percuma Bertahan, Hanya Jadi Beban Negara

Dukung Jokowi Tutup BUMN Tak Berkembang, Puan: Percuma Bertahan, Hanya Jadi Beban Negara

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Begini Aturan Kegiatan Olahraga di Daerah Level 3-2

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Begini Aturan Kegiatan Olahraga di Daerah Level 3-2

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.