KPU Bantah Fahri Hamzah yang Menyebut Ada 15 Juta Pemilih Invalid

Kompas.com - 05/03/2019, 20:35 WIB
Komisioner KPU Ilham Saputra menunjukkan surat suara legislatif kepada awak media saat pencetakan di Jakarta, Minggu (20/1/2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019, total sebanyak 939.879.651 surat suara yang dicetak serentak di lima percetakan konsorsium ditambah satu perseroan terbatas selama tiga bulan kedepan.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Komisioner KPU Ilham Saputra menunjukkan surat suara legislatif kepada awak media saat pencetakan di Jakarta, Minggu (20/1/2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019, total sebanyak 939.879.651 surat suara yang dicetak serentak di lima percetakan konsorsium ditambah satu perseroan terbatas selama tiga bulan kedepan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut ada 15 juta data pemilih yang tidak valid dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Ilham mempertanyakan data yang diungkap Fahri. Ia juga meminta Fahri untuk membuktikan ucapannya.

"Fahri Hamzah datanya darimana? Ahli-ahli mana? Siapa? Tunjukkan ahli-ahlinya. Bawa ke KPU biar temen-temen juga trace," kata Ilham saat dihubungi, Selasa (5/3/2019).

Baca juga: Ratusan Pemilih Ganda Ditemukan dari Daftar Pemilih Hasil Perbaikan di Bangka Belitung

Menurut Ilham, pihaknya sudah melakukan penelusuran data pemilih melalui sistem pencocokan dan penelitian (coklit) sebelum DPT ditetapkan.

KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan partai politik juga sudah bersama-sama melakukan penelusuran data DPT.

"Kalau mau dibuktikan lagi ya kita berkordinasi lagi dengan partai-partai itu. Kita akan berkoordinasi dengan partai-partai itu apakah betul (data Fahri Hamzah) itu benar atau tidak," ujar Ilham.

Baca juga: KPU Coret 9.536 Pemilih Ganda di Kota Bekasi

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut ada 15 juta data pemilih invalid. Data itu merujuk pada data orang meninggal dan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Fahri mengklaim, dirinya mendapat data tersebut dari analisis para ahli.

Komisi Pemilihan Umum selesai melakukan penyusunan DPT Pemilu 2019 pada 15 Desember 2018.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemilih mencapai 192.828.520 orang yang terdiri dari 96.271.476 laki laki dan 96.557.044 perempuan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X