Fadli Zon Yakin Kasus Andi Arief Tak Pengaruhi Elektabilitas Prabowo-Sandiaga

Kompas.com - 05/03/2019, 11:58 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, Kamis (20/12/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, Kamis (20/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Fadli Zon menilai, tertangkapnya Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief tak akan memengaruhi elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Fadli, kasus tersebut tidak akan berpengaruh terhadap Demokrat sebagai salah satu partai koalisi pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Saya kira enggak ada dampaknya, enggak ada sedikit pun, setitik pun berdampak," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Fadli mengatakan, kasus yang menimpa Andi Arief harus dilihat secara personal dan tidak bisa dikaitkan dengan politik.

Baca juga: 6 Fakta Penangkapan Andi Arief terkait Dugaan Penggunaan Narkoba

Di sisi lain, masalah narkoba dapat menjerat siapa saja, termasuk para elite partai politik lain.

"Masyarakat bisa melihat dengan jelas bahwa kasus-kasus sepeti ini bisa melanda siapa saja dan saya kira harus dipisahkan dari partai, dari politik, termasuk dari agama dari suku dan sebagainya," kata Fadli.

"Ini persoalan kita bersama. Persoalan narkoba ini harus kita berantas bersama," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut perkara narkoba yang menjerat Andi Arief merupakan pukulan bagi Partai Demokrat.

Baca juga: TKN: Kok Andi Arief yang Konsumsi Narkoba, Pak Jokowi yang Disalahkan?

Menurut dia, kasus itu juga menjadi pukulan bagi pasangan capres-cawapres yang didukung oleh Andi dan Partai Demokrat, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

Kasus yang menjerat Andi, kata Karding, juga sedikit banyak mampu memberikan pengaruh negatif bagi elektabilitas Partai Demokrat dan Prabowo-Sandiaga menjelang pemilihan presiden pada April 2019.

Andi Arief selama ini dikenal sebagai sosok penjaring opini, baik oleh partai tempat ia bernaung maupun koalisi partai politiknya yang konsisten terus mengkritik pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Saya paham ditangkapnya Andi Arief dalam kasus narkoba menjadi pukulan serius bagi Partai Demokrat maupun kubu Prabowo-Sandiaga," ujar Karding dalam siaran pers pada Senin (4/3/2019).

Baca juga: TKN: Kasus Andi Arief Pukulan bagi Demokrat dan Prabowo-Sandiaga

Andi Arief ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim setelah kepolisian menerima informasi dari masyarakat.

Ia ditangkap tim dari Polri di salah satu kamar di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta, Minggu (3/3/2019) malam.

Setelah dilakukan tes urine, Andi Arief positif menggunakan sabu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X