Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 04/03/2019, 00:02 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri HUT Pemuda Pancasila di Surakarta, Sabtu (28/10/2017). Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo menghadiri HUT Pemuda Pancasila di Surakarta, Sabtu (28/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Relawan Pemuda Pancasila mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dalam acara di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno menyatakan bahwa Jokowi merupakan sosok yang jujur. Ia pun membandingkan karier Jokowi dengan seorang anak yang sukses mendapat beasiswa di luar negeri.

"Saya masih ingat di televisi ada seorang anak umur 12 tahun orang Indonesia diterima di salah satu universitas terkenal di Amerika dengan beasiswa dari univeristas tersebut, anak ini SD-nya empat tahun karena pintar empat tahun selesai, SMP setahun selesai, SMA setahun selesai, diterima di perguruan tinggi," ucap Japto.

Baca juga: Jokowi Usul Setiap Bulan Ada Momen Khusus Pakai Sarung Bersama-sama

Sedangkan Jokowi sempat menjabat Wali Kota Solo pada periode kedua selama satu setengah tahun.

"Pak Jokowi satu setengah tahun menjadi Wali Kota di Solo, tahu-tahu diajak sama Pak Prabowo untuk maju jadi Gubernur DKI. Pak Prabowo itu orang pintar masih dekat sama saya, bapaknya Pak Prabowo itu saksi nikah bapak ibu saya. Jadi, sebetulnya dua orang ini adalah putra terbaik bangsa," ucap Japto.

Setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta selama dua tahun, kata dia, Jokowi kemudian maju menjadi calon presiden pada 2014 berhadapan dengan Prabowo Subianto.

Baca juga: Jokowi: Tiga Kartu Baru Berdasarkan Survei, Bukan Awur-awuran

"Cuma dua tahun jadi gubernur terus ada Pilpres lucunya munculnya sama Pak Prabowo. Jadi, Pak Prabowo itu pintar bisa memilih orang yang bisa membawa DKI lebih baik karena Jakarta ini Indonesia kecil, coba suku apa yang tidak ada di sini," tuturnya.

Dalam Pilpres 2019 ini, ia menyatakan bukan untuk mencari yang menang dan yang kalah tetapi ketepatan memilih seorang pemimpin.

"Seorang pemimpin yang akan membawa bangsa kita ke masa depan yang lebih baik dan dapat mewujudkan cita-cita pendiri bangsa kita, yaitu menjadikan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," kata Japto.

Berikut isi deklarasi dukungan Pemuda Pancasila DKI Jakarta terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPAI: Murid Setuju Sekolah Tatap Muka karena Sulit Pahami Materi Pelajaran

KPAI: Murid Setuju Sekolah Tatap Muka karena Sulit Pahami Materi Pelajaran

Nasional
Peneliti LIPI: Biden Tak Bisa Hanya Fokus pada Urusan Domestik AS

Peneliti LIPI: Biden Tak Bisa Hanya Fokus pada Urusan Domestik AS

Nasional
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Nasional
Rencana Menkes Gunakan Data KPU untuk Dasar Vaksinasi Covid-19 Dinilai sebagai Bukti Kepercayaan Publik pada Sistem Informasi KPU

Rencana Menkes Gunakan Data KPU untuk Dasar Vaksinasi Covid-19 Dinilai sebagai Bukti Kepercayaan Publik pada Sistem Informasi KPU

Nasional
Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Nasional
Istana Klaim Tak Obral Izin Tambang dan Sawit, Walhi Sebut Masih Ada Operasi Rusak Lingkungan

Istana Klaim Tak Obral Izin Tambang dan Sawit, Walhi Sebut Masih Ada Operasi Rusak Lingkungan

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan dan Menkes yang Kapok Pakai Data Kemenkes...

Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan dan Menkes yang Kapok Pakai Data Kemenkes...

Nasional
UPDATE: 965.283 Kasus Covid-19 dan Tingginya Keterisian RS yang Mengkhawatikan

UPDATE: 965.283 Kasus Covid-19 dan Tingginya Keterisian RS yang Mengkhawatikan

Nasional
Wacana Hidupkan Pam Swakarsa Picu Kekhawatiran, Ini Penjelasan Polri

Wacana Hidupkan Pam Swakarsa Picu Kekhawatiran, Ini Penjelasan Polri

Nasional
Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Menkes Budi Bicara Kekhawatiran WHO soal Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Pemerintah Klaim Tak Obral Izin Alih Hutan, Jatam: Ada 592 Unit IPPKH di Era Jokowi

Nasional
Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Kapolri Baru Diharap Bisa Turunkan Jumlah Aduan terhadap Polisi ke Komnas HAM

Nasional
Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Ridwan Kamil Usul Data Penerima Vaksin Covid-19 Diatur Pemda

Nasional
Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Kompolnas Minta Publik Tak Salah Tafsirkan Pam Swakarsa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X