Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/03/2019, 11:54 WIB
Penulis Ihsanuddin
|

KENDARI, KOMPAS.com — Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut elektabilitasnya bersama Ma'ruf Amin di Jawa Barat sempat turun karena penyebaran hoaks dan fitnah.

Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu dengan pengurus dan anggota Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu (2/3/2019).

"Di Provinsi Jawa Barat, saat itu, 1,5 bulan yang lalu, kami sudah menang 4 persen. Dulu kan (Pilpres 2014) kami kalah telak tuh, ini sudah menang 4 persen. Enggak ada hujan, enggak ada angin, tahu-tahu anjlok 8 persen," kata Jokowi.

Baca juga: Tangannya Terluka Saat Menyalami Warga, Jokowi: Sakit, tapi Enak..

Jokowi mengatakan, timnya di Jawa Barat langsung menyelidiki apa yang menjadi penyebab penurunan elektabilitasnya.

Tim menemukan adanya upaya penyebaran hoaks dan fitnah kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Kami cek. Ke bawah, ke bawah, ke bawah. Cek lagi ke rumah ke rumah, ke rumah. Apa yang muncul? Ternyata fitnah hoaks sudah masuk," kata Jokowi disambut sorak riuh para kader parpol pendukungnya.

Jokowi berharap fitnah dan hoaks serupa tidak muncul di Sulawesi Tenggara. Kalaupun muncul gerakan yang menyebarkan fitnah dan hoaks, capres petahana ini meminta agar para pendukungnya bisa memberikan klarifikasi.

Baca juga: Jokowi: Katanya Pemerintah Melarang Azan, Masuk Logika Enggak?

"Kalau ada sesuatu di bawah yang kira-kira isunya mengganggu dan akan menurunkan, hati-hati," ujar Jokowi.

Sebelumnya, sempat viral video yang menunjukkan ibu-ibu diduga menyebarkan kampanye hitam kepada Jokowi-Ma'ruf.

Perempuan itu menyebut tak akan ada lagi azan jika Jokowi kembali terpilih sebagai presiden. Perempuan itu juga menyebut bahwa perkawinan sesama jenis akan dilegalkan jika Jokowi memenangi Pilpres 2019.

Polisi sudah menangkap dan menetapkan perempuan di video itu sebagai tersangka. Jokowi menilai fitnah yang disampaikan perempuan itu tidak masuk akal.

"Pemerintah melarang azan ini enggak masuk logikanya. Cawapres kita saja Ketua Majelis Ulama Indonesia, masa melarang azan," kata Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.