Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/03/2019, 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan, rekapitulasi surat suara pemilu tidak menggunakan sistem teknologi informasi.

Rekapitulasi dilakukan secara manual dan berjenjang dari tingkat TPS, dilanjutkan ke kabupaten, provinsi, dan terakhir tingkat nasional.

Pernyataan ini disampaikan Wahyu saat audiensi menerima perwakilan Forum Umat Islam (FUI) di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Baca juga: Kepada FUI, KPU Tegaskan Presiden Petahana Tak Harus Mundur Jika Nyapres

FUI meminta supaya dilakukan audit forensik terhadap sistem TI KPU, supaya tak terjadi kecurangan dan kekeliruan dalam perhitungan surat suara pemilu.

"Audit TI akan kita lakukan, tetapi, hasil pemilu tidak ditentukan oleh ahli IT tetapi kertas manual," kata Wahyu.

"(Hitung suara dilakukan) melalui rekapitulasi di rapat terbuka yang dihadiri saksi dan pemantau," sambungnya.

Baca juga: KPU Tegaskan Tak Data Orang Gangguan Jiwa di Jalan sebagai Pemilih

Wahyu menambahkan, sistem penghitungan surat suara oleh KPU juga tidak ada hubungannya dengan hitung cepat atau quick count berbagai lembaga.

"Quick count itu tak ada urusannya dengan KPU. Menurut Undang-Undang diperbolehkan ada quick count," kata Wahyu.

Meski begitu, usulan audit forensik tetap diakomodasi KPU. Rencananya, KPU kembali bertemu FUI, Rabu (6/2/2019) untuk membahas mengenai audit forensik.

Kompas TV Forum Umat Islam menggelar aksi di KPU pada Jumat (1/3/2019) siang. Mereka menyampaikan sejumlah pesan untuk KPU. Salah satunya agar menjaga pemilu tidak curang. Massa mulai memadati Jalan Imam Bonjol di Menteng, Jakarta Pusat selepas Shalat Jumat. Sambil membawa spanduk bertuliskan "tolak kecurangan pemilu" massa berkumpul di depan KPU. Untuk menjaga keamanan petugas dari kepolisian nampak berjaga di sekeliling gedung KPU. Di antara para pendemo turut hadir Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais. Amien turut memberikan orasi dari atas mobil komando.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.