Harapan Ma'ruf Amin, Kader NU Bisa Rintis Start-Up hingga Jadi Unicorn

Kompas.com - 27/02/2019, 18:25 WIB
Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin menyampaikan pidato kebangsaan dalam kegiatan Muslimah Bersatu Untuk Indonesia di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Minggu (24/2/2019). Dalam acara yang diadakan Arus Baru Muslimah tersebut dideklarasikan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANTARA/SIGID KURNIAWANCawapres nomor urut 01 Maruf Amin menyampaikan pidato kebangsaan dalam kegiatan Muslimah Bersatu Untuk Indonesia di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Minggu (24/2/2019). Dalam acara yang diadakan Arus Baru Muslimah tersebut dideklarasikan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin berharap ada santri atau kader Nahdlatul Ulama ( NU) yang bisa merintis bisnis  start-up, bahkan tumbuh menjadi unicorn selanjutnya di Indonesia.

Hal ini dia sampaikan dalam musyawarah nasional dan konferensi besar NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Banjar, Rabu (27/2/2019).

"Jangan kita terus saja ketinggalan, terus tidak punya. Oleh karena itu ke depan ini kita harus siapkan supaya nanti ketika memasuki 100 tahun kedua, kita siap untuk bersaing berkompetisi," ujar Ma'ruf melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Bukan Cuma Untuk Sebut Start Up, 5 Pengertian Lain Unicorn

Ma'ruf mengatakan, kader NU sendiri sudah punya bisnis start-up bernama NU Cash.

Dia kemudian menyinggung program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin membangun 1.000 balai pelatihan kerja di pesantren.

Ma'ruf meminta para santri dan kader NU memanfaatkan program tersebut agar usaha yang mereka rintis semakin berkembang.

Baca juga: Mengintip Basahnya Bisnis Start-up Binatu Online

Dengan begitu unicorn-unicorn baru akan lahir di Indonesia. Ma'ruf bahkan berharap bisnis start-up rintisan kader NU bisa mendapat valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS.

"Kalau itu bisa bukan lagi startup, nanti NU bisa jadi unicorn. Ada lagi decacorn kalau sudah mencapai 10 triliun," kata dia.

Kompas TV Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, banyak investor asing ingin memiliki saham perusahaan rintisan level Unicorn untuk mengincar kepemilikan data kegiatan ekonomi masyarakat. Menurut Sri Mulyani, pemerintah harus mengimbangi perkembangan ini dengan membangun kapasitas membaca data agar dapat mendesain kebijakan lebih baik.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X