Kompas.com - 25/02/2019, 19:46 WIB
Dua pasien demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan di Puskesmas Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (6/2/2019). Pihak Dinas Kesehatan Kendari mencatat sejak Januari hingga Februari 2019 sebanyak 115 pasien DBD dan beberapa pasien menjalani rawat jalan dan sebagian masih menjalani perawatan di Puskesmas dan Rumah Sakit di Kendari. ANTARA FOTO/JOJONDua pasien demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan di Puskesmas Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (6/2/2019). Pihak Dinas Kesehatan Kendari mencatat sejak Januari hingga Februari 2019 sebanyak 115 pasien DBD dan beberapa pasien menjalani rawat jalan dan sebagian masih menjalani perawatan di Puskesmas dan Rumah Sakit di Kendari.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) secara nasional sudah mulai menurun. Ia mengatakan penurunan itu seiring dengan berkurangnya intensitas hujan.

"Ya kalau dari tahun ini cukup banyak ya. Tapi Insya Allah sudah mulai turun ya jadi jumlahnya saat ini, karena musim hujannya juga sudah mulai berakhir," kata Nila saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Ia menambahkan penurunan kasus demam berdarah juga didukung peran aktif masyarakat dalam membersihkan lingkungan. Selain itu, masyarakat juga aktif mengasapi lingkungannya jika menemukan jentik nyamuk.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Pemkab Kulon Progo untuk Tekan Penyebaran DBD

Ia pun meminta masyarakat lebih waspada dengan gejala demam berdarah yang sudah berbeda. Nila mengatakan masyarakat tak perlu lagi menunggu hingga lima hari untuk melakukan tes darah jika sudah mengalami demam tinggi.

Baca juga: Penderita DBD di Sumba Timur Terus Bertambah, 13 Meninggal, 419 Dirawat

Karena itu, ia meminta masyarakat segera melakukan tes darah jika mengalami demam tinggi dan tak kunjung sembuh. Sebab, kata Nila, jika didiamkan selama beberapa hari ke depannya malah mengalami fase yang kritis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kalau anak kita demam hati-hati dong. Kita ingat demam berdarah, jangan terlampaui karena gejalanya sering kali tidak khas. Jadi tidak seperti dulu lima hari kita mikir baru demam berdarah. Sekarang baru berapa hari ada gejala lain ya lesu, dia sakit-sakit badannya," ujar Nila.

"Lebih baik kita cek ternyata trombositnya menurun. Yang bahaya itu kalau sudah trombosit turun lalu pengenceran darah terjadi. Itu yang bahaya, itu yang menyebabkan kematian dan enggak kekejar biasanya," lanjut dia.

Kompas TV Sebanyak 20 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat terjadi di Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Dua di antaranya meninggal dunia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Nasional
Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.