Satgas Tinombala Temukan Jejak Kelompok Ali Kalora, Pakaian hingga Logistik

Kompas.com - 25/02/2019, 16:43 WIB
Foto baliho DPO terbaru jaringan Santoso kelompok Ali Kalora pada Jumat (23/9/2016). Kontributor Poso Kompas TV, MansurFoto baliho DPO terbaru jaringan Santoso kelompok Ali Kalora pada Jumat (23/9/2016).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala menemukan sejumlah jejak milik kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan aparat gabungan menemukan jejak seperti pakaian hingga alat komunikasi, yang digunakan kelompok tersebut saat tinggal di hutan.

"Temuan-temuan yang didapat oleh Satgas Tinombala cukup banyak, jejak-jejak yang ditinggalkan oleh kelompok Ali Kalora," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Baca juga: Ali Kalora Cs Masih dalam Buruan Satgas Tinombala, Ini Perkembangan Terbarunya

"Ada berbagai macam peralatan selama dia tinggal di hutan, ada beberapa benda maupun alat-alat penerangan, alat-alat komunikasi, yang berhasil disita aparat gabungan," sambung dia.

Barang-barang tersebut ditemukan di posko tempat berkumpulnya kelompok yang dipimpin Ali Kalora, sebelum kembali melakukan pelarian secara terpisah.

Lokasi mereka, kata Dedi, semakin terdeteksi pada wilayah Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kini, Dedi melanjutkan, satgas masih terus mengejar 15 anggota kelompok tersebut. Salah satu cara yang terus dilakukan adalah dengan membatasi ruang geraknya, seperti jalur logistik.

Baca juga: Putus Jalur Logistik Ali Kalora cs, Polri Imbau Masyarakat Tak Bawa Perbekalan Berlebihan

Selain itu, mereka juga sudah mengupayakan langkah-langkah persuasif yang melibatkan keluarga daripada anggota kelompok tersebut.

Dedi menambahkan, Satgas Tinombala juga telah mengimbau masyarakat agar memberikan informasi terkait keberadaan kelompok itu.

"Kita sudah mengimbau terus, melalui pihak keluarga, saudara-saudaranya, dan masyarakat pun sudah betul-betul kita sosialisasikan untuk memberikan informasi sekecil apapun terkait gerakan-gerakan kelompok tersebut yang mencurigakan," kata dia.

Baca juga: Polri: Anak Kandung Santoso Bergabung dengan Ali Kalora Cs

Sebelumnya, aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018.

Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X