Sekjen Perindo Imbau Jangan Pilih Caleg Eks Koruptor dari Partainya

Kompas.com - 25/02/2019, 11:35 WIB
Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comSekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq mengimbau masyarakat untuk tidak memilih caleg eks koruptor pada Pemilihan Legislatif 2019. Termasuk terhadap caleg eks koruptor yang maju lewat Partai Perindo.

"Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap tidak memberikan tempat bagi eks koruptor yang maju melalui Partai Perindo atau partai lain," ujar Rofiq kepada Kompas.com, Senin (25/2/2019).

Baca juga: Daftar Lengkap 81 Caleg Eks Koruptor

Rofiq mengklaim, pada dasarnya Partai Perindo telah melarang eks koruptor menjadi caleg dari partainya. Keputusan itu telah disampaikan ke tingkat paling bawah.

Dalam pencalonan legislatif di tingkat pusat, kata Rofiq, komitmen ini tetap terjaga.

"Di tingkat pusat memang komitmen yang dilakukan DPP tertunaikan, artinya tidak satupun caleg eks koruptor yang maju di tingkat pusat," ujar Rofiq.

Namun, DPP Perindo punya keterbatasan dalam mengawasi perekrutan caleg di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi.

Baca juga: Cara Koruptor Ingin Lolos dari Jerat Hukum, dari Teror Fisik hingga Mistik

Pihaknya hanya bisa mengimbau kepada pengurus partai di tingkatan itu. Harapannya instruksi dari DPP akan dijalankan dengan baik oleh pengurus di bawah.

Rofiq mengatakan, DPP Perindo sudah memberikan teguran keras kepada kepengurusan partai yang tetap mencalonkan eks koruptor.

"Kami juga membuat perintah agar selama proses kampanye, partai tidak boleh membantu apapun karena ini adalah konsekuensi apa yang menjadi bagian dari perintah partai," kata Rofiq.

Berdasarkan data yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum pada 30 Januari 2019, Partai Perindo tercatat mencalonkan dua orang caleg eks koruptor.

Mereka adalah Smuel Buntuang (DPRD Provinsi Gorontalo) dan Zulfikri (DPRD Kota Pagar Alam 2).

Sementara, berdasarkan data terbaru yang diumumkan KPU pada 19 Februari 2019, ada tambahan dua orang eks koruptor yang diusung Perindro sebagai caleg.

Mereka adalah Andi Gunawan (DPRD Kabupaten Lampung Timur 1) dan Ramadhan Umasangaji (DPRD Kota Pare-pare 1).

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Firli Bahuri: Pegawai KPK Harus Tetap Sejahtera Meski Jadi ASN

Firli Bahuri: Pegawai KPK Harus Tetap Sejahtera Meski Jadi ASN

Nasional
Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Nasional
Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Nasional
Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Nasional
Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Nasional
Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Nasional
Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Nasional
Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Nasional
Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Nasional
Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Nasional
Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Nasional
Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Nasional
Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Nasional
Eks Kadis PU Papua dan Pengusaha Didakwa Rugikan Negara Rp 40,93 Miliar

Eks Kadis PU Papua dan Pengusaha Didakwa Rugikan Negara Rp 40,93 Miliar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X