Jabatan Ketum PSSI, Jokowi Tidak Akan Ikut Campur

Kompas.com - 22/02/2019, 13:21 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 2019 di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Presiden memerintahkan agar dana desa digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di desa. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 2019 di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Presiden memerintahkan agar dana desa digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di desa. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo tidak ingin mencampuri urusan jabatan Ketua Umum PSSI.

Diketahui, Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI saat ini, Joko Driyono, sedang tersangkut kasus mafia bola di kepolisian.

Menurut Jokowi, urusan jabatan Ketum PSSI merupakan dinamika di internal PSSI sendiri.

"Itu urusan PSSI lah," kata Jokowi ketika dijumpai di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).


Baca juga: Joko Driyono: Saya Menunggu Detik-detik Terakhir..

Ia pun menyerahkan siapa yang menjadi Ketua Umum PSSI selanjutnya kepada mekanisme yang berlaku di PSSI sendiri.

"Perkara nanti PSSI mau kongres, ya itu silakan sesuai aturan FIFA dan AD/ART PSSI sendiri," ujar Jokowi.

Diberitakan, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka atas perkara perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Penyidik telah menggeledah apartemen milik Jokdri di Taman Rasuna, Tower 9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019) malam.

Penyidik hendak mencari alat bukti baru terkait kasus pengaturan skor pada pertandingan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X