Pesan Jokowi untuk Polri, Usut Mafia Bola sampai Tuntas!

Kompas.com - 22/02/2019, 12:11 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 2019 di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Presiden memerintahkan agar dana desa digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di desa. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 2019 di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Presiden memerintahkan agar dana desa digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di desa. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo berharap Polri menuntaskan pengusutan perkara mafia bola di Indonesia.

"Itu sudah menjadi kewenangan Polri untuk menyelesaikan ini. Jadi kalau saya ya, selesaikan sampai tuntas agar sepak bola kita benar-benar bersih, dan yang juara benar-benar juara," ujar Presiden Jokowi di GOR Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Sepak bola Indonesia yang bersih dari mafia bola, lanjut Jokowi, juga memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat, khususnya para suporter sebuah tim sepak bola.

"Jangan sampai kita sudah telanjur juara, tapi ternyata pengaturan skor. Itu yang saya kira perlu dituntaskan sampai rampung," ujarnya.


Baca juga: Berangus Mafia Bola, Polisi Diminta Tak Berhenti di Joko Driyono

Satgas Antimafia Bola telah menetapkan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) sebagai tersangka atas perkara perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Penyidik telah menggeledah apartemen milik Jokdri di Taman Rasuna, Tower 9, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019) malam.

Penyidik hendak mencari alat bukti baru terkait kasus pengaturan skor pada pertandingan.

Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan sejumlah orang terkait kasus pengaturan skor.




Close Ads X