TKN Jokowi-Ma'ruf Bantah Buat Video Sosialisasi Berbahasa Mandarin

Kompas.com - 22/02/2019, 10:30 WIB
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding dan Lodewijk Freidrich Paulus di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018)DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding dan Lodewijk Freidrich Paulus di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menegaskan pihaknya tak pernah membuat video sosialosasi berbahasa mandarin.

Hal ini disampaikan Karding menanggapi beredarnya video yang tersebar di media sosial. Dikesankan bahwa video berbahasa mandarin itu dibuat oleh TKN Jokowi-Ma'ruf.

TKN menilai tersebarnya video tersebut sebagai bentuk kampanye hitam.

"TKN tidak pernah membuat video itu. Video itu sangat rasis dan bertujuan menghasut masyarakat dan menyudutkan TKN," kata Karding dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/2/2019).


Baca juga: Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo Jadi Momen Kandidat Transparan Laporkan Hartanya

Bila diamati secara teliti, lanjut Karding, ada sejumlah kejanggalan dalam video tersebut. Pertama adalah aksara yang digunakan adalah aksara Indonesia dan bukan Mandarin.

Kedua, beberapa pengucapan menggunakan bahasa Indonesia. Dan ketiga penempelan beberapa jargon yang menggunakan bahasa Indonesia.

"Hal-hal itu cukup aneh. Dan kami paham itu untuk mengarahkan opini bahwa video itu berasal dari kami," ujar Karding.

Karena sangat jelas isi video itu tidak benar dan sudah banyak digunakan untuk menebar kebencian, TKN meminta agar pihak berwenang menghentikan kegiatan penyebaran video itu. TKN menduga video ini merupakan gerakan kontraintelejen dari kelompok di luar TKN.

"Karena video ini bertendensi menyerang TKN dan mendiskreditkan paslon nomor urut 01, kami mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X