Kompas.com - 20/02/2019, 17:11 WIB
Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno membuka kegiatan jalan sehat bersama yang dimulai di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (16/9/2018). Sandi disambut meriah oleh sekitar 30.000 peserta jalan sehat yang mayoritas adalah omak-omak (emak-emak) Sumatera Utara. Foto Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga UnoBakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno membuka kegiatan jalan sehat bersama yang dimulai di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (16/9/2018). Sandi disambut meriah oleh sekitar 30.000 peserta jalan sehat yang mayoritas adalah omak-omak (emak-emak) Sumatera Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan "emak-emak" cukup sering disebut selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kalangan perempuan, termasuk "emak-emak", menjadi salah satu kantong suara yang disurvei Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA.

Jumlah mereka sebanyak 50 persen dari total responden yaitu 1.200 orang. Survei tersebut dilakukan pada 18-25 Januari 2019 di 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Politisi Golkar: Dukungan Emak-emak Minim untuk Jokowi Itu Hoaks Kubro

Hasilnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menduduki posisi tertinggi dengan perolehan suara sebesar 22 persen dan diikuti Partai Golkar dengan 13,3 persen.

Kemudian, posisi ketiga diisi oleh Partai Gerindra. Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar menuturkan perolehan suara Gerindra di kalangan perempuan menunjukkan kenaikan dibanding beberapa bulan lalu.

"Gerindra dari 10,3 persen (di Agustus 2018), sekarang naik menjadi 12,3 persen di kalangan emak-emak," tutur Rully saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Timur, Rabu (20/2/2019).

Baca juga: Sandiaga: Dengan Dukungan Emak-emak, Prabowo-Sandi Pasti Menang

Posisi keempat diduduki Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 9,2 persen, dilanjutkan dengan Partai Demokrat dengan perolehan sebesar 6,5 persen.

Kedua partai tersebut juga memperoleh kenaikan suara dari Agustus 2018 silam. PKB sebelumnya memperoleh 6,3 persen dan perolehan suara Demokrat sebelumnya sebesar 4,5 persen.

Sementara itu, Rully menuturkan partai-partai lainnya memperoleh kurang dari 5 persen suara dari kalangan perempuan.

Baca juga: Sri Mulyani: Emak-emak Itu Istilah Politis...

Adapun survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi dengan metode multistage random sampling.

 

Survei yang dilakukan pada 18-25 Januari 2019 tersebut memiliki margin of error sebesar 2,8 persen.

Berikut data lengkap perolehan suara setiap partai nasional dari kalangan perempuan menurut survei LSI:

1. PDI-P: 22 persen

2. Partai Golkar: 13,3 persen

3. Partai Gerindra: 12,3 persen

4. PKB: 9,2 persen

5. Partai Demokrat: 6,5 persen

6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 4 persen

7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 3,8 persen

8. Partai Nasdem: 3,5 persen

9. Partai Perindo: 2,6 persen

10. Partai Amanat Nasional (PAN): 1,3 persen

11. Partai Hanura: 0,3 persen

12. Partai Berkarya: 0,2 persen

14. Partai Garuda: 0,2 persen

15. Partai Solidaritas Indonesia: 0,2 persen

16. Partai Bulan Bintang (PBB): 0 persen

17. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI): 0 persen

18. Tidak tahu/tidak jawab/belum memutuskan: 20,6 persen

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

Nasional
UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
BRGM Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Habiskan Rp 1,5 Triliun

BRGM Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Habiskan Rp 1,5 Triliun

Nasional
BMKG Ungkap Perubahan Iklim Bikin Frekuensi dan Intensitas Hujan Semakin Tinggi

BMKG Ungkap Perubahan Iklim Bikin Frekuensi dan Intensitas Hujan Semakin Tinggi

Nasional
UPDATE 23 April: 44.346 Orang di Indonesia Meninggal akibat Covid-19

UPDATE 23 April: 44.346 Orang di Indonesia Meninggal akibat Covid-19

Nasional
Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

Nasional
UPDATE: Tambah 5.920 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini Ada 1.487.369

UPDATE: Tambah 5.920 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini Ada 1.487.369

Nasional
Anggota Komisi IX: Wajar Kita Larang Masuk WNA, Hal yang Sama Pernah Kita Rasakan

Anggota Komisi IX: Wajar Kita Larang Masuk WNA, Hal yang Sama Pernah Kita Rasakan

Nasional
MKD DPR Tunggu Laporan Terkait Azis Syamsuddin yang Disebut di Kasus Suap Penyidik KPK

MKD DPR Tunggu Laporan Terkait Azis Syamsuddin yang Disebut di Kasus Suap Penyidik KPK

Nasional
MAKI Nilai KPK Punya Tantangan Buktikan Pimpinan DPR Azis Syamsuddin Terlibat Suap Penyidik KPK

MAKI Nilai KPK Punya Tantangan Buktikan Pimpinan DPR Azis Syamsuddin Terlibat Suap Penyidik KPK

Nasional
UPDATE: Tambah 5.436, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.632.248 Orang

UPDATE: Tambah 5.436, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.632.248 Orang

Nasional
Peran Azis Syamsuddin dalam Kasus Dugaan Suap Penanganan Perkara: Pertemukan Wali Kota Tanjung Balai dengan Penyidik KPK

Peran Azis Syamsuddin dalam Kasus Dugaan Suap Penanganan Perkara: Pertemukan Wali Kota Tanjung Balai dengan Penyidik KPK

Nasional
Fraksi Gerindra: Bansos Tunai Sebaiknya Ditambah, Bukan Dihentikan

Fraksi Gerindra: Bansos Tunai Sebaiknya Ditambah, Bukan Dihentikan

Nasional
Beda Larangan Mudik Lebaran dan Pengetatan Perjalanan

Beda Larangan Mudik Lebaran dan Pengetatan Perjalanan

Nasional
DD Tekno Jamin Biaya Kematian dan Pemulasaraan Mitra Dompet Dhuafa

DD Tekno Jamin Biaya Kematian dan Pemulasaraan Mitra Dompet Dhuafa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X