Tanggapi Gerindra, Politisi PDI-P Bilang Prabowo Penerima Manfaat Terbesar Kampanye Pilgub DKI

Kompas.com - 20/02/2019, 11:49 WIB
Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari saat diundang sebagai narasumber sebuah diskusi di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAPolitisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari saat diundang sebagai narasumber sebuah diskusi di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat keuntungan dari kampanye Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012.

Hal ini untuk menanggapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yang menyinggung biaya kampanye ketika Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kata Edhy, keuntungan usaha pada lahan seluas 220.000 hektar di Kalimantan Timur dan 120.000 hektar di Aceh Tengah itu salah satunya digunakan untuk membiayai kampanye Jokowi dalam Pilkada DKI 2012.

Baca juga: Kata Gerindra, Keuntungan Lahan Prabowo Juga untuk Biayai Kampanye Jokowi di Pilgub DKI

Persoalan lahan ini mencuat saat Jokowi menyinggungnya dalam debat.

"Soal biaya kampanye Pilkada 2012 kan kesepakatan. Lagian kan habis untuk biaya iklan tentang Pak PS (Prabowo Subianto) sendiri zaman itu. Jadi penerima manfaat terbesar Pak PS," kata Eva ketika dihubungi, Rabu (20/2/2019).

Eva sendiri merupakan eks juru bicara tim pemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012.

Eva mengatakan, ada analisa konten yang menyebut materi kampanye Jokowi-Ahok juga mengampanyekan Prabowo. Dengan demikian, Prabowo juga ikut mendapat keuntungan dari kampanye itu.

Baca juga: Kritik Penguasaan Aset oleh Orang Kaya, Ternyata Pak Prabowo Sendiri

Eva pun meminta topik ini tidak dijadikan alat untuk berkilah dari persoalan utama. Menurut dia, hal itu tidak mengubah fakta bahwa Prabowo memegang hak guna usaha (HGU) yang luas. 

"Apapun kilahnya, tidak menghilangkan fakta bahwa beliau pegang HGU maha luas yang menyebabkan gini indeks ratio penguasaan tanah jadi enggak adil, sesuatu yang dipakai menyerang Pak Jokowi," kata Eva.

Eva menilai Prabowo bukan orang yang kredibel untuk mempersoalkan kebijakan lahan Jokowi. Sebab Prabowo bagian dari persoalan itu. Menurut Eva, seharusnya Prabowo justru mendukung kebijakan land reform Jokowi.

"Bukan malah lempar batu sembunyi tangan padahal batu yang lain masih di tangan," ujar dia.

Kompas TV Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin beranggapan bahwa komentar Jokowi soal lahan di debat kedua pilpres bukan sebagai bentuk serangan personal kepada Prabowo Subianto. Pendapat Ma'ruf Amin disampaikan saat mengunjungi pondok pesantren An-Nawawi Al Bantani.Meski demikian, ia menyerahkan laporan tim Prabowo kepada Bawaslu.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X