Tim Jokowi Anggap Meladeni Laporan di Bawaslu Sudah Jadi Rutinitas

Kompas.com - 19/02/2019, 15:13 WIB
Anggota Pansus RUU Antiterorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOAnggota Pansus RUU Antiterorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan, pihaknya siap meladeni berbagai aduan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pasca-debat kedua.

Arsul mengatakan hal ini sudah menjadi semacam rutinitas bagi kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Kami akan hadapi laporan-laporan mereka tanpa sedikitpun kekhawatiran dan keraguan. Mereka ini kan elemen-elemen pendukung paslon 02 yang terbiasa mengada-ada dalam memanfaatkan mekanisme penyelesaian dugaan pelanggaran," ujar Arsul ketika dihubungi, Selasa (19/2/2019).

"Ini kan sudah rutinan saja," tambah dia.


Baca juga: KPU Tunggu Penyelidikan Bawaslu Terkait Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo

Setelah debat kedua, Jokowi dilaporkan ke Bawaslu oleh Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) karena dinilai telah menyerang pribadi Prabowo ketika debat.

Tudingan itu mengacu pada pernyataan Jokowi yang menyebut kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

Setelah itu, Koalisi Masyarakat Anti Hoaks juga melaporkan Jokowi ke Bawaslu dengan tuduhan melakukan pembohongan publik dalam debat kedua.

Kebohongan publik yang dimaksud adalah pernyataan Jokowi mengenai impor jagung, infrastruktur internet, dan kebakaran hutan.

Setelah debat pertama bulan lalu, Jokowi juga dilaporkan oleh Tim Advokat Milenial Peduli Pemilu karena dinilai menghina Prabowo.

Saat itu, Jokowi menyebut Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menandatangani berkas pencalonan caleg, termasuk caleg yang berstatus mantan narapidana korupsi.

Baca juga: KPU Tunggu Penyelidikan Bawaslu Terkait Serangan Jokowi soal Lahan Prabowo

Arsul mengatakan pihaknya siap memberikan klarifikasi jika dipanggil Bawaslu. Menurut dia, ini merupakan cara kubu 02 untuk terus menarik perhatian publik dan media.

Sebab program-program Prabowo-Sandiaga yang diutarakan dalam debat tidak mampu menarik perhatian publik.

"Kalau sisi materi agenda aksi atau program konkret jika terpilih, maka mereka kan tidak mampu menyajikannya sehingga tidak akan ada berita mereka, kecuali dengan memproduksi pengaduan sebanyaknya," kata dia.

Kompas TV Deklarasi dukungan terhadap Capres-Cawapres di Pilpres 2019 terus mengalir di Ciamis, Jawa Barat. Ratusan ulama muda dari Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Setelah deklarasi, mereka mendapat pembekalan soal visi misi dan program pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk disosialisasikan ke masyarakat tingkat desa. Mereka juga diberi pembekalan data dan fakta untuk menjawab isu-isu miring atau hoaks yang akhir-akhir ini menyerang Jokowi-Ma'ruf.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X