Beda Gaya Pendukung Jokowi dan Prabowo Jelang Debat Kedua Pilpres

Kompas.com - 17/02/2019, 19:47 WIB
Gaya pendukung Prabowo-Sandiaga saat memberikan semangat jelang debat kedua pilpres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOGaya pendukung Prabowo-Sandiaga saat memberikan semangat jelang debat kedua pilpres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki gaya yang berbeda dalam memberikan semangat jagoannya jelang debat kedua pilpres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Kedua pendukung mamadati pintu depan Golden Ballroom. Mereka tiba sambil menyanyikan yel-yel sebagai bentuk dukungan. Sementara aparat kepolisian berdiri membentuk pagar di tengah-tengah mereka.

Para pendukung Jokowi-Ma'ruf didominasi oleh kaum perempuan dan ibu-ibu. Mereka bernyanyi sambil menari dengan gerakan yang beragam. Mereka juga mengacungkan satu jari.

"Jokowi, sekali lagi...Jokowi sekali lagi!"

Baca juga: Jelang Debat, Jokowi Mengaku Tak Mendalami Materi

Sementara di sisi seberang, pendukung Prabowo-Subianto juga melakukan hal yang sama. Kebanyakan mereka laki-laki berbadan tegap dan berambut cepak.

Mereka mengenakan kaus berkerah berwarna biru muda dan terdapat tulisan angka 02 di bagian dada.

Mereka bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan gerakan yang seragam.

Gerakan mereka seperti yel-yel pemberi semangat yang biasa dilakukan oleh kesatuan-kesatuan di Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Suasana menjadi riuh. Aparat kepolisian sempat meminta kedua pendukung untuk memasuki lokasi debat dan tidak menyanyikan yel-yel.

Sementara, kendaraan pengurai massa 'RAISA' milik Polri disiagakan di depan lobby Golden Ballroom, Hotel Sultan.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survivor Covid-19 Perlu Waspadai Long Covid, Apa Itu?

Survivor Covid-19 Perlu Waspadai Long Covid, Apa Itu?

Nasional
Kemenlu Pulangkan 43 Pekerja Migran Korban Perdagangan Orang di Saudi

Kemenlu Pulangkan 43 Pekerja Migran Korban Perdagangan Orang di Saudi

Nasional
Saat Calon Hakim MA Ditanya soal Perlunya Ada Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi

Saat Calon Hakim MA Ditanya soal Perlunya Ada Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi

Nasional
Survei TII: Hanya 50 Persen Responden Menilai Kinerja KPK Cukup Baik

Survei TII: Hanya 50 Persen Responden Menilai Kinerja KPK Cukup Baik

Nasional
Pimpinan Komisi II: Tak Elok DPRD DKI Usulkan Kenaikan Gaji Saat Krisis Pandemi Covid-19

Pimpinan Komisi II: Tak Elok DPRD DKI Usulkan Kenaikan Gaji Saat Krisis Pandemi Covid-19

Nasional
Jokowi: Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas Harus Berdasar HAM

Jokowi: Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas Harus Berdasar HAM

Nasional
Duduk Perkara Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean

Duduk Perkara Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean

Nasional
Gakkumdu: 104 Dugaan Tindak Pidana Pemilu Disidik, Paling Banyak Terkait Netralitas ASN

Gakkumdu: 104 Dugaan Tindak Pidana Pemilu Disidik, Paling Banyak Terkait Netralitas ASN

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Ustaz Maaher Belum Pernah Dipanggil untuk Pemeriksaan Pendahuluan

Kuasa Hukum Sebut Ustaz Maaher Belum Pernah Dipanggil untuk Pemeriksaan Pendahuluan

Nasional
Survei TII: Publik Nilai DPR Institusi Paling Korup

Survei TII: Publik Nilai DPR Institusi Paling Korup

Nasional
Jokowi: Buang Jauh-jauh Ego Sektoral, Kita Harus Gerak Cepat dalam Situasi Krisis

Jokowi: Buang Jauh-jauh Ego Sektoral, Kita Harus Gerak Cepat dalam Situasi Krisis

Nasional
Wapres Sebut Pemerintah Telah Berupaya Percepat Perizinan dengan Teknologi Digital

Wapres Sebut Pemerintah Telah Berupaya Percepat Perizinan dengan Teknologi Digital

Nasional
Wapres Berharap Pembangunan Perumahan MBR Gunakan Skema Padat Karya

Wapres Berharap Pembangunan Perumahan MBR Gunakan Skema Padat Karya

Nasional
KPK Amankan 8 Unit Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo, Diduga Hasil Suap

KPK Amankan 8 Unit Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo, Diduga Hasil Suap

Nasional
Wapres Minta Pengembang Perumahan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Wapres Minta Pengembang Perumahan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X