"Saya Berani Bertaruh, Siapapun Presidennya Pasti Akan Impor Beras"

Kompas.com - 16/02/2019, 18:12 WIB
Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad dalam diskusi bertajuk Jelang Debat Kedua di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad dalam diskusi bertajuk Jelang Debat Kedua di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad mengkritisi model pendekatan pangan yang diberlakukan saat ini.

Menurut dia, jika model pendekatan pangan bertumpu pada beras, maka, kebijakan impor tidak akan terhindarkan.

Baca juga: Buwas: Sampai Juli Tahun Ini Kita Tidak Impor Beras!

"Kalau pendekatannya pakai model pangan yang sekarang di mana kekuatan pangannya adalah pada beras, saya berani bertaruh, siapapun presidennya pasti akan impor beras," kata Chalid dalam diskusi bertajuk 'Jelang Debat Kedua' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).


Menurut Chalid, populasi di Indonesia terus bertumbuh, tetapi konversi lahan meningkat. Hal ini kian mendorong terjadinya kebijakan impor.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, harus ada upaya revitalisasi berupa diversifikasi pangan.

Artinya, kebijakan pangan harus dibuat tak bertumpu pada beras, melainkan merata dengan sumber-sumber pangan lainnya.

"Dulu orang Sulawesi, Makassar, Jawa makan sagu, makan ketela, beragam sekali jenis pangan kita. Tapi begitu ada politik revolusi hijau di zaman Presiden Soeharto, semua orang kemudian menganggap tertinggal kalau tidak makan beras," ujar Chalid.

Baca juga: Buwas Yakin Tak Ada Impor Beras Tahun 2019

"Akibatnya, kemudian bulognya itu adalah bulog urusan beras, bukan logistik secara keseluruhan," sambungnya.

Chalid menegaskan, kebijakan yang menyangkut penyelesaian persoalan pangan harus muncul dalam debat kedua capres yang akan digelar Minggu (17/2/2019) esok.


Terkini Lainnya


Close Ads X