Presiden Jokowi Buka Tanwir ke-2 Muhammadiyah

Kompas.com - 15/02/2019, 11:22 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato sebelum membuka Rakernas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Presiden menginstruksikan jajaran Kementerian ATR/BPN untuk mendorong pemda-pemda menyiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) terutama untuk kawasan dengan potensi ekonomi serta daerah rawan bencana. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.ANTARA/Akbar Nugroho Gumay Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato sebelum membuka Rakernas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Presiden menginstruksikan jajaran Kementerian ATR/BPN untuk mendorong pemda-pemda menyiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) terutama untuk kawasan dengan potensi ekonomi serta daerah rawan bencana. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

BENGKULU, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Jumat (15/2/2019) pagi, membuka Sidang Tanwir ke-2 Pengurus Pusat Muhammadiyah di halaman Rumah Dinas Gubernur Bengkulu.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Sidang Tanwir Muhammadiyah secara resmi, saya buka," ujar Jokowi.

Sebagai simbolisasi, Presiden memukul gendang tradisional Bengkulu bernama doll bersama-sama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.

Dalam pidatonya, Jokowi mengucapkan terima kasih ke syarikat Muhammadiyah yang telah berkontribusi bagi bangsa sejak masa kemerdekaan hingga di masa kini.


Jokowi juga mengungkapkan kedekatan keluarganya dengan karya-karya Muhammadiyah.

"Ibu Iriana berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Cucu saya ya Jan Ethes, lahir di PKU Muhammadiyah Solo. Ini buat yang belum tahu saja," lanjut Jokowi.

Pernyataan Jokowi itu pun mengundang tawa peserta tanwir.

Selanjutnya, Presiden menyampaikan apa saja yang dikerjakan pemerintahan selama 4,5 tahun terakhir. Selan itu, ia juga mengklarifikasi sejumlah isu miring yang menerpanya.

Sebagai penutup pidatonya, Presiden berpesan agar kader Muhammadiyah berkontribusi bagi persatuan kesatuan di Indonesia.

Hadir dalam acara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.




Close Ads X