Cak Imin: Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Bukti NU Pilar Penting Kebangsaan

Kompas.com - 14/02/2019, 13:39 WIB
Cawapres Maruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar dalam acara deklarasi dan konsolidasi kader PKB di DBL Arena, Jl. A. Yani, Surabaya, Sabtu (29/9/2018). KOMPAS.com/GHINAN SALMANCawapres Maruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar dalam acara deklarasi dan konsolidasi kader PKB di DBL Arena, Jl. A. Yani, Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PKB yang juga Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, dipilihnya Mustasyar PBNU Ma'ruf Amin sebagai cawapres merupakan bukti NU selalu menjadi pilar penting kebangsaan.

"Pemilu 2014, wapres adalah Mustasyar PBNU, yaitu Pak JK. Hari ini Mustasyar PBNU yang hampir pasti jadi wapres adalah Kiai Ma'ruf. Ini bukti bahwa NU menjadi pilar penting bagi keberlangsungan, perekat persatuan bangsa, sekaligus menguatkan pemerintahan," kata Cak Imin saat menemani Ma'ruf menghadiri peringatan Harlah Ke-93 NU di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019), seperti dikutip Antara.

Cak Imin mengatakan, saat ini semua kalangan, baik ahli, pengamat, maupun kalangan internasional, mengakui dan menyatakan NU adalah pilar pemersatu bangsa Indonesia.

"Bahkan, ada yang ekstrem (menyebut) kalau tidak ada NU barang kali Indonesia sudah pecah berantakan ke mana-mana. Inilah bukti bahwa NU telah memberikan pengabdian karya nyatanya bagi perekat pemersatu umat dengan berbagai idiom tema rencana yang diawali dengan girah keagamaan yang kuat dan kukuh," ujar Cak Imin.

Menurut dia, NU memiliki senjata berupa tiga ukhuwah, yakni Islamiah, wataniah, dan insaniah, yang telah melekat dan menjadi bagian dari kekuatan bangsa.

Ia optimistis jika Ma'ruf menjadi wapres, NU akan makin berjaya. Selain itu, kekuatan Islam Tanah Air juga akan menjadi contoh bagi kekuatan Islam dunia.

"Saya doakan semoga Kiai Ma'ruf Amin benar-benar sehat walafiat, senantiasa diberi kekuatan untuk terus memimpin bangsa Indonesia, untuk kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan," ujar Cak Imin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Ma'ruf Amin mengatakan bahwa NU adalah pendiri bangsa. Sejak zaman kemerdekaan NU sudah berjuang mengusir penjajah.

Saat ini, kata Ma'ruf, NU adalah kendaraan penyelamat umat dari gonjang-ganjing pemahaman keagamaan. NU berada di tengah-tengah dan menjadi penyelamat ibarat kapal Nabi Nuh.

"Siapa naik kapal NU, insya Allah, akan selamat dunia akhirat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akun YouTube BNPB Diretas, Sedang Dilakukan Perbaikan

Akun YouTube BNPB Diretas, Sedang Dilakukan Perbaikan

Nasional
UPDATE: Sebaran 220 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

UPDATE: Sebaran 220 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

Nasional
Pakar Usul Ibu Kota Negara Baru Cukup jadi Pusat Pemerintahan

Pakar Usul Ibu Kota Negara Baru Cukup jadi Pusat Pemerintahan

Nasional
Kemendagri Imbau Masyarakat Adat dan Penyandang Disabilitas Segera Buat NIK

Kemendagri Imbau Masyarakat Adat dan Penyandang Disabilitas Segera Buat NIK

Nasional
Muncul Hoaks CEO BioNTech Menolak Divaksin karena Alasan Keamanan, Ini Penjelasannya

Muncul Hoaks CEO BioNTech Menolak Divaksin karena Alasan Keamanan, Ini Penjelasannya

Nasional
Lantik Novel dkk Jadi ASN, Kapolri: Rekam Jejak Rekan-rekan Tak Saya Ragukan

Lantik Novel dkk Jadi ASN, Kapolri: Rekam Jejak Rekan-rekan Tak Saya Ragukan

Nasional
Ajak Mubalig Jaga Persatuan, Zulhas: Bukan Lahirkan 'Cebong' atau 'Kampret'

Ajak Mubalig Jaga Persatuan, Zulhas: Bukan Lahirkan "Cebong" atau "Kampret"

Nasional
UPDATE: 360.510 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 0,61 Persen

UPDATE: 360.510 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 0,61 Persen

Nasional
Menlu Dorong Kebijakan Inklusif agar Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi Merata

Menlu Dorong Kebijakan Inklusif agar Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi Merata

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 43 Orang Meninggal Dunia, 104 Orang Luka-Luka

UPDATE Erupsi Semeru: 43 Orang Meninggal Dunia, 104 Orang Luka-Luka

Nasional
44 Eks Pegawai KPK Dilantik Kapolri Jadi ASN pada Hari Antikorupsi Sedunia

44 Eks Pegawai KPK Dilantik Kapolri Jadi ASN pada Hari Antikorupsi Sedunia

Nasional
UPDATE 9 Desember: Tambah 296, Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 4.109.364

UPDATE 9 Desember: Tambah 296, Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 4.109.364

Nasional
Bantuan Kuota Data Internet Kemendikbud-Ristek Ditambah

Bantuan Kuota Data Internet Kemendikbud-Ristek Ditambah

Nasional
UPDATE: Bertambah 220, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.258.560

UPDATE: Bertambah 220, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.258.560

Nasional
Pemerintah Diimbau Perketat Tracing Cegah Omicron, Puan: Jangan Sampai Kita Kecolongan

Pemerintah Diimbau Perketat Tracing Cegah Omicron, Puan: Jangan Sampai Kita Kecolongan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.