Fadli Zon Sindir Pencitraan Keluarga Harmonis Jokowi

Kompas.com - 13/02/2019, 08:31 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah), putra Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan istri Selvi Ananda (kedua kanan) dan cucu Jan Ethes (ketiga kanan), putri Kahiyang Ayu (kedua kanan) bersama suami Bobby Nasution (ketiga kanan) dan cucu Sedah Mirah berbincang dengan wartawan di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12). Dalam kegiatan tersebut, presiden bersama keluarga menyusuri kawasan Istana Bogor, Kebun Raya Bogor serta melakukan bincang media bersama wartawan kepresidenan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A./hp. WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah), putra Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan istri Selvi Ananda (kedua kanan) dan cucu Jan Ethes (ketiga kanan), putri Kahiyang Ayu (kedua kanan) bersama suami Bobby Nasution (ketiga kanan) dan cucu Sedah Mirah berbincang dengan wartawan di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12). Dalam kegiatan tersebut, presiden bersama keluarga menyusuri kawasan Istana Bogor, Kebun Raya Bogor serta melakukan bincang media bersama wartawan kepresidenan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A./hp.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyindir pencitraan yang dilakukan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, terkait keluarga harmonis.

Pencitraan yang dimaksud ketika Presiden Jokowi dan keluarga jalan-jalan di Kebun Raya Bogor pada Sabtu (8/12/2018) pagi.

Kendati demikian, Fadli menilai pencitraan tersebut dapat dikatakan gagal karena terlalu banyaknya wartawan yang hadir.

"Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam rancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor," kata Fadli dalam diskusi bertajuk "Jelang Pilpres: Jokowi Blunder dan Panik?" di kantor Seknas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Jokowi: Jan Ethes Cucu Saya, Masak Dibilang Kampanye?

"Tapi wartawannya terlalu banyak, harusnya, kan, wartawannya 2 atau 3, nanti di-share, ini sampe 100 orang sehingga bocor," katanya.

Fadli pun menyinggung pencitraan tersebut memang tertuang dalam teori bernama photo operation. Menurut dia, teori tersebut muncul saat pilpres di Amerika Serikat.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menjelaskan, jika pencitraan dilakukan sesuai teori tersebut, akan ada dampak atau citra yang terbentuk.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Cucu Presiden, Jan Ethes, Itu Lucu, Kubu Sebelah Iri...

Kendati demikian, Fadli menilai, pencitraan keluarga harmonis Jokowi justru terkesan brutal karena perancangnya tidak memahami teori tersebut.

"Di pilpres Amerika itu memang ada teorinya, namanya photo ops, memang dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Itu dibikin rapi. Ini (Jokowi) dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya," katanya.

Fadli berpandangan, pencitraan-pencitraan tersebut dilakukan Jokowi untuk mendongkrak elektabilitasnya yang sudah mangkrak.

Baca juga: Kumpul Bareng Keluarga, Jokowi Merasakan Momen Langka

Ia juga menilai, banyak janji Jokowi yang tak terealisasi sehingga tidak membantu elektabilitasnya, dan malah menimbulkan pencitraan.

"Artinya, tidak ada capaian yang membuat rakyat ini menambah atau mengokohkan pilihannya karena janjinya enggak ditepati," ungkap Fadli.

"Seorang petahana itu biasanya bicara bahwa ini lho yang sudah saya lakukan, ini keberhasilan saya, tetapi klaim itu terlalu mudah dipatahkan, akhirnya menjadi gimmick-gimmick, pencitraan," katanya.

 

Kompas TV Dari Jawa Tengah, mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi bersilaturahim dengan ibu presiden Jokowi, Sujiatmi Noto Miharjo. Di akun instagramnya TGB menyebut keluarga Jokowi adalah keluarga muslim yang sederhana. TGB hadir di Solo sebagai pembicara bedah buku wakil ketua Bappilu Pileg dan Pilpres partai Golkar itu sekaligus menekankan pentingnya menghentikan hoaks, TGB juga menyebut Jokowi banyak diserang hoaks.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X