Debat Kedua, Erick Thohir Minta Prabowo-Sandiaga Fokus pada Isu

Kompas.com - 12/02/2019, 09:44 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir meminta pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno fokus membahas topik yang disepakati dalam debat kedua Pilpres 2019.

"Yang kemarin (debat pertama) soal korupsi, ( Prabowo-Sandiaga) jadi (membahas) ekonomi. Itu yang saya bilang jangan gagal fokus. Kita harapkan sesuai dengan isunya," ujar Erick saat dijumpai di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Senin (11/2/2019) malam.

Diketahui, tema debat kedua yang digelar pada 17 Februari 2019 mendatang, yakni energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Baca juga: Timses: Debat Kedua, Jokowi Akan Membawa Program yang Realistis

Dalam sebuah debat antarkandidat Pilpres, lanjut Erick, rakyat sebenarnya sangat menunggu apa visi dan misi yang diagendakan.

Jangan sampai masyarakat tidak dapat menilai dengan jernih siapa yang akan dipilih dalam Pemilu lantaran ada pasangan calon yang tidak serius di dalam menyampaikan visi dan misinya.

Erick pun menyinggung kubu Prabowo-Sandiaga yang dinilai kurang konsisten mengenai visi dan misinya.

Ketua TKN Jokowi-Maruf Erick Thohir di Kantor WapresKompas.com/Rakhmat Nur Hakim Ketua TKN Jokowi-Maruf Erick Thohir di Kantor Wapres

 

"Visi misi (Prabowo-Sandiaga) yang kemarin sempat menjadi isu juga ketika paslon 02 merubah visi misinya, menjadi mirip dengan 01. Hal-hal ini biarkan rakyat yang menentukan," ujar Erick.

Baca juga: KPU: Persiapan Debat Kedua Pilpres Capai 85 Persen

Ketika ditanya, apakah Jokowi-Ma'ruf dan tim mempersiapkan strategi khusus agar unggul dalam debat kedua, Erick mengatakan, tidak ada persiapan seperti itu.

Menurut dia, Jokowi akan sangat mudah melewati debat kedua karena ia tinggal memaparkan saja apa yang telah dikerjakan dan mana saja yang masih butuh perbaikan.

"Saya rasa tidak ada strategi khusus seperti itu. Beliau sudah banyak melakukan hal-hal yang luar biasa. Kita akan sampaikan lagi dan yang paling penting adalah ke depannya beliau akan seperti apa," ujar Erick.

Baca juga: Jokowi Bakal Jelaskan soal Pembangunan Manusia dalam Debat Capres

Debat kedua pilpres akan digelar Minggu (17/2/2019). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta.

Empat stasiun televisi yang akan menyiarkan acara debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doni Monardo: Covid-19 Berbahaya, tapi Manusia Carrier Jauh Lebih Bahaya

Doni Monardo: Covid-19 Berbahaya, tapi Manusia Carrier Jauh Lebih Bahaya

Nasional
Tokoh yang Ingin Jadi Capres Disarankan Bangun Komunikasi yang Cerdas

Tokoh yang Ingin Jadi Capres Disarankan Bangun Komunikasi yang Cerdas

Nasional
TNI Bakal Kerahkan Seluruh Matra Distribusi Vaksin Covid-19

TNI Bakal Kerahkan Seluruh Matra Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional
Kalangan Buruh Kritik Baleg DPR Bahas RUU Cipta Kerja di Hotel

Kalangan Buruh Kritik Baleg DPR Bahas RUU Cipta Kerja di Hotel

Nasional
Video Call dengan Jokowi, Perawat Pasien Covid-19 Ini Cerita Jarang Pulang hingga Warga yang Tak Patuh

Video Call dengan Jokowi, Perawat Pasien Covid-19 Ini Cerita Jarang Pulang hingga Warga yang Tak Patuh

Nasional
Menko PMK Sebut Pemerintah Terus Cari Cara Cegah Kematian Dokter akibat Covid-19

Menko PMK Sebut Pemerintah Terus Cari Cara Cegah Kematian Dokter akibat Covid-19

Nasional
Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

Nasional
Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

Nasional
Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

Nasional
UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

Nasional
UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

Nasional
Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

Nasional
UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X