Survei Charta Politika: PDI-P dan Gerindra Unggul di Dapil DKI Jakarta I, II, dan III

Kompas.com - 11/02/2019, 17:53 WIB
Ilustrasi DKI Jakarta: Tugu Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2018) RIMA WAHYUNINGRUM Ilustrasi DKI Jakarta: Tugu Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei yang dilakukan Charta Politika menunjukkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerindra mendominasi perolehan suara di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta I, DKI Jakarta II, dan DKI Jakarta III.

Hal itu diungkapkan Direktur Riset Charta Politika Muslimin dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Survei dilakukan terhadap 800 responden di masing-masing dapil pada 18-25 Januari 2019.

"Jadi hampir di 3 dapil ini, memang kalau kita lihat komposisinya dikuasai oleh PDI Perjuangan dan Gerindra," kata Muslimin.

Di dapil DKI Jakarta I yang meliputi Jakarta Timur, PDI-P unggul dengan dipilih oleh 17,6 persen responden. Kemudian, diikuti Partai Gerindra dengan 14 persen, dan Partai Golkar sebesar 9,8 persen.

Baca juga: Dinamika Elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Versi 4 Lembaga Survei

Sementara itu, dapil DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri, Partai Gerindra 27 persen, PDI-P 24,6 persen, dan disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 8,3 persen.

Untuk dapil DKI Jakarta II, Muslimin memberi catatan bahwa pihaknya tidak memiliki responden di luar negeri karena berbagai kendala teknis.

Di dapil DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, PDI-P kembali unggul dengan 29,4 persen, Gerindra 21,1 persen, dan PKS dengan 7 persen.

Efek ekor jas

Muslimin mengatakan, PDI-P dan Gerindra mendapatkan keuntungan efek ekor jas (coattail effect) karena merupakan partai pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Bagaimana kemudian tadi saya katakan coattail effect di DKI, capres dan cawapres memengaruhi pilihan terhadap partai, terutama partai pengusung itu. Kita lihat hasilnya memang cukup berpengaruh di dapil DKI I, II dan III," kata Muslimin.

Baca juga: Elektabilitas Unggul di Survei, Kubu Jokowi-Maruf Belum Puas

Survei ini dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019 dan melibatkan 800 responden untuk setiap dapil yang dipilih dengan cara multistage random sampling.

Charta Politika menggunakan metode wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview).

Margin of error survei ini di setiap dapil adalah kurang lebih 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut selengkapnya hasil survei tersebut:

Elektabilitas partai-partai di DKI Jakarta I:

- PDI Perjuangan: 17,6 persen
- Gerindra: 14 persen
- Golkar: 9,8 persen
- PKB: 8,6 persen
- Demokrat: 4,9 persen
- PKS: 3,9 persen
- PAN: 3,3 persen
- Nasdem: 3,3 persen
- Garuda: 3,1 persen
- PSI: 2,4 persen
- PKPI: 2 persen
- Berkarya: 1,5 persen
- Hanura: 1,3 persen
- PPP: 1,3 persen
- PBB: 0,8 persen
- Perindo: 0,8 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 21,7 persen

Elektabilitas partai-partai di DKI Jakarta II:

- Gerindra: 27 persen
- PDI Perjuangan: 24,6 persen
- PKS: 8,3 persen
- PKB: 4,3 persen
- Golkar: 4,1 persen
- Demokrat: 3,4 persen
- PAN: 3,3 persen
- Nasdem: 2,4 persen
- PPP: 2,1 persen
- PSI: 1,9 persen
- Hanura: 0,9 persen
- Perindo: 0,8 persen
- PBB: 0,5 persen
- Berkarya: 0,3 persen
- Garuda: 0,3 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 16,1 persen

Elektabilitas partai-partai di DKI Jakarta III:

- PDI Perjuangan: 29,4 persen
- Gerindra: 21,1 persen
- PKS: 7 persen
- Golkar: 5,5 persen
- PAN: 5,1 persen
- PKB: 4 persen
- Nasdem: 3,3 persen
- Demokrat: 2,4 persen
- PSI: 2,3 persen
- PBB: 0,9 persen
- PPP: 0,6 persen
- Perindo: 0,6 persen
- Hanura: 0,3 persen
- Berkarya: 0,3 persen
- Garuda: 0,3 persen
- PKPI: 0,1 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 17 persen


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional
Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Nasional
Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Regional
Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Internasional

Close Ads X