Menkominfo: Masyarakat dan Media Massa Tentukan Kualitas Pemilu 2019 - Kompas.com

Menkominfo: Masyarakat dan Media Massa Tentukan Kualitas Pemilu 2019

Kompas.com - 11/02/2019, 15:31 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (11/2/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (11/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan, masyarakat dan media massa akan menentukan kualitas demokrasi pada Pemilu 2019.

“Kolaborasi, bergandengan tangan, mitigasi, untuk menurunkan tensi sangat penting kita lakukan untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu serentak 2019, terutama dari aspek digital” ujar Rudiantara di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Rudiantara memaparkan, infrastruktur digital di Indonesia saat ini menduduki posisi ke-4 di dunia. Menurutnya, 150 juta masyarakat Indonesia telah mengakses internet dan 130 juta di antaranya mengakses media sosial.

"Kebayang kan arus informasi yang beredarnya seperti apa?” tegasnya.

Baca juga: Moeldoko: Pemerintah Bekerja Luar Biasa, tapi Dipatahkan Hoaks

Meski demikian, Rudiantara mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dan bekerja untuk melakukan langkah-langkah cepat dan preventif maupun penindakan untuk mengimbangi arus informasi yang beredar dengan beberapa langkah.

Ia mencontohkan, program literasi digital, aduan konten dan lambe hoaks, serta langkah lain sebagainya sudah dilakukan pemerintah.

“Literasi digital terus kami lakukan, bahkan setiap minggu kami lakukan. Memang efeknya sangat lama, tetapi ini dianggap mampu efektif untuk menangkal informasi yang tidak benar," ungkap Rudiantara.

Baca juga: Isu Hoaks Dinilai Tak Efektif Pengaruhi Pemilih

"Lalu kami juga ada situs Stophoax.co.id, aduan konten dan lambe hoaks. Disitu kita bisa lihat mana atau apa saja sih yang hoaks dan fakta sebenarnya seperti apa," sambungnya.

Dia juga menekankan fungsi kehumasan dan hukum untuk membangun literasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, peran humas dan hukum kian sentral di tengah arus informasi. Sebab, ke depannya, 100 persen internet akan masuk desa dan penguatan sisi kesiapan masyarakat bisa dipelopori oleh humas dan hukum provinsi, kabupaten/kota.

Kompas TV Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya, Jawa Timur. Dalam momen ini Presiden Jokowi tak lupa mengajak insan pers untuk ikut memerangi peredaran berita bohong atau hoaks di masyarakat.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X