Formappi: Ada Benih Korupsi pada Caleg yang Tertutup

Kompas.com - 08/02/2019, 14:56 WIB
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus saat ditemui di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPeneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus saat ditemui di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus meragukan integritas sejumlah calon anggota legislatif (caleg) yang memilih data pribadinya tidak dipublikasikan.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat sebanyak 2.049 caleg tidak membuka data pribadinya ke publik pada situs infopemilu.kpu.go.id.

Menurut dia, seseorang yang berintegritas dan bersih tak akan ragu untuk tampil dan bahkan, "sesumbar" dengan integritas tersebut.

"Mereka juga diragukan berintegritas memadai karena mestinya mereka yang berintegritas akan cukup leluasa menyodorkan dirinya ke publik atau pemilih, sekaligus menjadikan integritas diri itu sebagai bahan kampanye saat ini," kata Lucius kepada Kompas.com, Kamis (7/2/2019) malam.


Baca juga: 2.049 Caleg Enggan Buka Data Pribadinya ke Publik

Lucius khawatir keengganan para caleg tersebut menjadi benih-benih korupsi.

"Kecenderungan tertutup itu jika sudah menjadi karakter, menjadi modal utama benih korupsi, sesuatu yang menjadi musuh utama negara kita saat ini dan ke depannya," terangnya.

Dalam pandangannya, sikap tertutup tersebut mencerminkan kinerja jika caleg itu terpilih nantinya.

Tak menutup kemungkinan, kata Lucius, jika para caleg tersebut terpilih, mereka akan menggunakan jabatannya sebagai "ladang" korupsi.

"Jika mereka-mereka yang tertutup ini terpilih, maka sangat mungkin mereka akan menjadikan kursi wakil rakyat bukan sebagai ladang pengabdian kepada rakyat tetapi menjadi instrumen pemuas syahwat kekuasaan sekaligus ketamakan," tutur dia.

Baca juga: Rahasiakan Data Pribadi, Mengapa Caleg Tak Mau Terbuka Pada Konstituennya?

Oleh karena itu, Lucius mendukung langkah KPU untuk mengumumkan daftar caleg yang enggan mempublikasikan datanya.

Sebelumnya, KPU mengungkapkan sebanyak 2.049 caleg tidak membuka data pribadinya ke publik.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X