Kompas.com - 07/02/2019, 16:53 WIB

PAYAKUMBUH, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengaku optimistis mampu meraih kemenangan pada Pilpres 2019 di Sumatera Barat.

Wilayah tersebut dikenal sebagai basis atau lumbung suara calon presiden 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Optimismenya untuk menang di Sumbar besar sekali, karena saya lihat sambutannya luar biasa," kata Ma'ruf usai menghadiri silaturahim akbar se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota di GOR M Yamin Kota Payakumbuh, Kamis (7/2/2019), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Maruf: Sumbar Agak Berat, Sampai Cawapresnya Kiai Saja Enggak Tembus

Ma'ruf Amin bercerita mendapatkan dukungan dari para perantau Minangkabau yang beberapa waktu lalu menemui dirinya.

"Kebetulan saya kemarin bertemu orang Padang yang di Jakarta, di perantauan. Mereka juga dengan penuh menyokong kami 01, Pak Jokowi dengan saya. Mudah-mudahan ini pertanda dukungan kepada Pak Jokowi dan saya semakin besar di Sumbar," lanjutnya.

Meski optimistis menang, ia mengaku, tidak ingin memasang target perolehan suara yang terlalu tinggi untuk Sumbar.

"Tidak muluk-muluk lah, yang penting Pilpresnya di menangkan di Sumatera Barat, Insya Allah," ujarnya.

Baca juga: Para Ulama Berterima Kasih ke Jokowi Sudah Jaga NKRI agar Tidak Punah

Ma'ruf Amin mengatakan, selama ini yang menjadi senjata lawan-lawan politik untuk menyerang dirinya dengan Jokowi adalah hoaks yang disebarkan di tengah-tengah masyarakat.

"Terkait hoaks kita memberikan penjelasan dan edukasi, bahwa bukti-buktinya yang disampaikan tidak sesuai, jadi hoaks itu. Setelah kita berikan, banyak ulama kiai, setelah menyadari bahwa itu adalah hoaks," katanya.

Ma'ruf Amin juga menanggapi pernyataan dari pasangan lain yang menyebut kalau dirinya sudah terlalu tua untuk menjadi cawapres.

"Banyak yang bilang saya sudah tua. Saya jawab, siapa yang bilang saya muda. Saya mau karena terinspirasi dari orang tua yang menanam pohon, mereka menanam pohon bukan untuk dirinya. Saya juga seperti itu, saya menanam pohon bukan untuk diri saya tapi untuk generasi setelah saya," kata Ma'ruf Amin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Negara Masih 'Bermurah Hati' kepada Koruptor Selama 2021

Negara Masih "Bermurah Hati" kepada Koruptor Selama 2021

Nasional
Air Jadi Bensin, 1 Liter Mampu Tempuh 500 Km?

Air Jadi Bensin, 1 Liter Mampu Tempuh 500 Km?

Nasional
Menanti Bukti Janji Jokowi Tekan Harga Minyak Goreng saat Ekspor Dibuka Lagi

Menanti Bukti Janji Jokowi Tekan Harga Minyak Goreng saat Ekspor Dibuka Lagi

Nasional
Prosedur Penangkapan Anak dan Perempuan oleh Polisi

Prosedur Penangkapan Anak dan Perempuan oleh Polisi

Nasional
Aturan Penggeledahan Rumah Menurut KUHAP

Aturan Penggeledahan Rumah Menurut KUHAP

Nasional
Tanggal 29 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 29 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Prosedur Penangkapan oleh Polisi Menurut KUHAP

Prosedur Penangkapan oleh Polisi Menurut KUHAP

Nasional
Tanggal 28 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 28 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Asas-asas Pemungutan Pajak

Asas-asas Pemungutan Pajak

Nasional
Jenis-jenis Bentuk Negara Republik

Jenis-jenis Bentuk Negara Republik

Nasional
Pengertian Pajak Menurut Ahli

Pengertian Pajak Menurut Ahli

Nasional
Jenis-jenis Bentuk Negara Monarki

Jenis-jenis Bentuk Negara Monarki

Nasional
Bolehkah Polisi Melakukan Penggeledahan di Rumah Ibadah?

Bolehkah Polisi Melakukan Penggeledahan di Rumah Ibadah?

Nasional
Menilik Alasan Pemilu 1955 Dinilai Sebagai yang Paling Demokratis

Menilik Alasan Pemilu 1955 Dinilai Sebagai yang Paling Demokratis

Nasional
Fahmi Idris Wafat, Bamsoet Sebut Golkar Kehilangan Tokoh 3 Zaman

Fahmi Idris Wafat, Bamsoet Sebut Golkar Kehilangan Tokoh 3 Zaman

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.