Kompas.com - 06/02/2019, 19:30 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) RI menginformasikan bahwa biaya haji Indonesia termurah di ASEAN pada Kamis (31/1/2019). Instagram: Kementerian Agama RIKementerian Agama (Kemenag) RI menginformasikan bahwa biaya haji Indonesia termurah di ASEAN pada Kamis (31/1/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menginformasikan bahwa biaya haji Indonesia termasuk paling murah di wilayah ASEAN pada 2018.

Biaya haji di Indonesia yakni 2.232 dollar AS atau sekitar Rp 31,47 juta.

Adapun perbandingan biaya haji ini ditampilkan di akun resmi Instagram milik Kemenang, @kemenag_ri.

Dalam post itu, Indonesia disandingkan dengan negara tetangga, seperti Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.

Dalam unggahan tersebut juga tertera biaya haji keempat negara ini dari mulai 2015 hingga 2018.

Terlihat dalam unggahan, sejak 2015-2018, Indonesia tetap berada di rentang angka 2.185 dollar hingga 2.312 dollar AS atau sekitar Rp 30,4 juta - Rp 32,2 juta. Sementara, untuk Malaysia biaya haji dari tahun 2015-2018 berada di rentang 2.254 dollar AS hingga 2.750 dollar AS atau sekitar Rp 31,4 juta - Rp 38,3 juta.

Kemudian, untuk biaya haji di Singapura dari tahun 2015-2018 berada di rentang 4.436 dollar AS - 5.354 dollar AS atau sekitar Rp 61,7 juta - Rp 74,5 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, untuk biaya haji Brunei Darusalam dari tahun 2015-2018 berkisar 8.422 dollar AS hingga 8.980 dollar AS atau sekitar Rp 117,2 juta - Rp 125 juta.

Baca juga: Biaya Haji Tahun 2019 Tidak Naik

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Assalamualaikum #SahabatReligi. Dulu bisa jadi pernah mampir ke gawai kita adanya berita bahwa biaya haji Indonesia tidak lebih murah dari negara tetangga. . Wah kebayang dong betapa besar pertanyaan "Apa yang salah dengan pengelolaan dana haji Indonesia?". Meskipun sumber informasinya tidak pernah tersebutkan. . Kini terjawab sudah, ternyata biaya haji Indonesia masih termurah dibanding sejumlah negara tetangga. Bahkan sebagian dari uang yang dibayarkan itu, dikembalikan kepada jemaah sebagai living cost. . Kalo di itung-itung biaya itu bahkan jauh lebih murah dari biaya umrah. Masa tinggal haji juga lebih lama 40 hari, dibanding umrah yang berkisar 9-11 hari. . Segala pelayanan hotel, transportasi, katering, kesehatan sudah dijamin pemerintah, eh berangkat ke Tanah Suci masih dapat sangu. . Tetaplah tersenyum. Mari #TebarkanKedamaian kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun. . #Kemenag #BersihMelayani . --------------------------------- Kementerian Agama Website: kemenag.go.id Twitter: @kemenag_ri Instagram: @kemenag_ri Fanpage: Kementerian Agama RI Youtube: Kemenag RI ----------------------------------

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kementerian Agama RI (@kemenag_ri) pada 31 Jan 2019 jam 5:12 PST

Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag, Maman Saepulloh menjelaskan mengenai bagaimana angka itu didapat.

"Kemenag mendapatkan angka-angka tersebut dari Konsulat Jenderal (Konjen) Luar Negeri. Kebetulan Konjen memperoleh hubungan baik dengan pihak-pihak penyelenggara haji di negara-negara di ASEAN," ujar Maman, saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (6/2/2019).

Maman mengungkapkan bahwa Kemenag memilih empat negara ini berdasarkan banyaknya jemaah yang diberangkatkan haji.

"Kalau di Filipina sedikit, yang lain-lain sedikit, lah. Waktu itu sempat ramai bahwa jemaah Filipina ada yang tertahan karena jumlahnya yang sedikit," ujar Maman.

Fasilitas

Kemudian, adanya peningkatan biaya haji juga diselaraskan dengan peningkatan fasilitas haji.

Maman mengatakan, untuk jemaah haji Indonesia bisa menikmati peningkatan fasilitas, seperti tersedianya transportasi shalawat untuk jarak 1 km atau lebih dari Masjidil Haram.

Kemudian tersedianya tenda Arafah yang menggunakan air conditioner (AC), penempatan akomodasi Mekkah dengan sistem zonasi, menu katering cita rasa Nusantara sesuai zonasi penempatan jemaah, dan penyediaan urinoir Mina sebanyak delapan unit per maktab (kantor haji).

Tak hanya itu, Maman mengungkapkan untuk jemaah haji dari Brunei, Malaysia, maupun Singapura juga memiliki fasilitas haji yang sama.

"Untuk data terperinci dari negara tersebut, kami tidak punya. Jemaah dari Malaysia tahun ini juga menggunakan (tenda) AC, sama," ujar Maman.

"Fasilitas jemaah Malaysia sama dengan kita, tapi dengan harga tinggi mereka. Karena jumlah jemaahnya sedikit kan," kata dia.

Baca juga: BPKH Dukung Usulan Menteri Agama soal Biaya Haji Mengacu ke Dollar AS

Pada 2019, Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menetapkan biaya haji tahun 2019 sebesar Rp 35.235.602. Adapun angka ini diharapkan tidak memberatkan jemaah haji.

Menurut Maman, tahun ini jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 204.000 orang dari pemberangkatan reguler dan 17.000 orang jemaah haji dari pemberangkatan khusus.

Pihak Kemenag juga mengatakan bahwa biaya itu terbilang murah, karena sebagian dari uang yang dibayarkan itu dikembalikan kepada jemaah sebagai living cost.

Disebutkan juga dalam unggahan Instagram milik Kemenag bahwa segala pelayanan hotel, transportasi, katering, kesehatan jemaah sudah dijamin oleh pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.