Prabowo Sebut Kekeliruan Arah Pembangunan Terjadi Sejak Orde Baru

Kompas.com - 06/02/2019, 18:56 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto  saat menghadiri perayaan ulang tahun ke 20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri perayaan ulang tahun ke 20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menuturkan bahwa arah pembangunan Indonesia saat ini menuju ke arah yang keliru. Kekeliruan tersebut terjadi sejak puluhan tahun lalu bahkan saat Orde Baru berkuasa.

Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke 20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

"Dari awal, dari sekian belas tahun, sekian puluh tahun, dari saya masih di dalam Orde Baru saya sudah melihat arah perkembangan, arah pembangunan Indonesia, sebenarnya arahnya menuju arah yang keliru," ujar Prabowo.

Baca juga: Didukung Kelompok Buruh Sebagai Capres, Prabowo Mengaku Terharu dan Bangga

Menurut Prabowo, para elite saat ini telah gagal dalam mengelola negara. Ia pun menyebut para elite itu tidak berguna.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan, semua indikator pembangunan menunjukkan Indonesia tengah menuju kegagalan.

Ia berpendapat persoalan utama Indonesia saat ini adalah kekayaan alam yang justru tidak dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Baca juga: Sandiaga: Prabowo-Sandi Tidak Akan Balas Menyerang

Prabowo mengatakan, hasil pengelolan sumber daya alam Indonesia justru disimpan di luar negeri. Dengan demikian sebagian besar masyarakat tidak dapat menikmatinya.

"Saya melihat waktu itu kekeliruannya adalah bahwa elite bangsa ini, elite yang tak ada gunanya. Elite ini gagal memberi arah kepada bangsa, gagal untuk mengelola bangsa ini," ucap Prabowo.

"Ya, ini saya sampaikan di mana-mana. Banyak yang tidak suka sama saya, yang penting saya bicara apa adanya kepada rakyat indonesia saudara-saudara," kata dia.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X