Khofifah Akan Bangun BPOM di 5 Bakorwil

Kompas.com - 05/02/2019, 19:58 WIB
Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan kepada para wartawan, selepas menghadiri pendeklarasian JKSN  Gresik, Rabu (26/12/2018). KOMPAS.com / HamzahKhofifah Indar Parawansa memberikan keterangan kepada para wartawan, selepas menghadiri pendeklarasian JKSN Gresik, Rabu (26/12/2018).

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mengembangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di lima wilayah yang membawahi 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Lima wilayah itu dibagi ke dalam lima Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil).

Menurut Khofifah, selama ini BPOM hanya ada di Surabaya dan melayani sampai ke Bali. Ini, kata dia, kurang efektif dan kurang efisien untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, lima Bakorwil di Jawa Timur akan dibangun BPOM sebagai cabang dari BPOM yang ada.

"Masyarakat yang membutuhkan BPOM, terutama pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) akan terbantu ketika dibangun di masing-masing Bakorwil," ujar Khofifah saat berada di Pamekasan, Senin (4/2/2019).

Dijelaskan Khofifah, UKM perlu didorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu cara untuk memudahkan peningkatan ekonomi kecil, yakni mendekatkan pelayanan BPOM kepada masyarakat. Selama ini, banyak UKM yang mengeluh saat ingin mengurus usahanya yang berkaitan dengan BPOM.

"Keluhan para UKM soal biaya mengurus ke BPOM karena jaraknya jauh. Jalan keluarnya harus didekatkan ke mereka," ungkapnya.

Baca juga: Khofifah Targetkan 80 persen Suara Jokowi-Maruf di Eks Keresidenan Madiun

Mantan menteri sosial ini berharap, masing-masing kepala bakorwil dan bupati serta wali kota se-Jawa Timur, bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerahnya untuk memajukan UKM yang sudah ada. Sebab, UKM menjadi kekuatan utama masyarakat kecil dalam mengembangkan usahanya.

"Kalau semua kepala daerah sudah sinergi, maka misi kita di Jawa Timur untuk memangkas kemiskinan akan semakin mudah," ungkapnya.

Khofifah juga akan memaksimalkan Bakorwil, terutama dari sisi finansial. Sebab, lima Bakorwil yang ada, anggarannya hanya Rp 200 juta.

Anggaran sebesar itu, kata Khofifah, sangat minim. Untuk itu, Pemprov Jawa Timur akan mengajak konsulat jenderal negara-negara asing untuk mengembangkan potensi yang ada melalui program strong partnership.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X