Gaji Pendamping Desa akan Naik Bulan Februari atau Maret, Ini Pertimbangannya...

Kompas.com - 04/02/2019, 20:46 WIB
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dalam Forum Tri Hita Karana (THK) Sustainable Development, Kamis (11/10/2018). DOK Humas Kemendes PDTTMendes PDTT Eko Putro Sandjojo dalam Forum Tri Hita Karana (THK) Sustainable Development, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah pada bulan Februari atau Maret akan meningkatkan gaji para pendamping lokal desa. Apa alasannya?

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan kenaikan ini dilakukan atas permintaan Presiden Joko Widodo.

Selalin itu, kenaikan gaji para pendamping desa ini juga sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa mereka. 

"Kenaikan tersebut dilakukan atas permintaan Presiden RI Joko Widodo yang menilai bahwa gaji PLD terlalu minim,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Eko Putro Sandjojo dalam Sosialisasi Permendasi Nomor 16 tahun 2018, di Hotel Horison Lampung, Minggu (3/2/2018) seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.

Menurut Eko, kenaikan gaji itu masih dalam proses administrasi di Dirjen PDTT terkait. Diharapkan pada bulan Februari atau Maret, gaji PLD itu sudah naik.

Baca juga: Jokowi: 2020 Dana Desa Ditambah Lagi, 2021 Ditambah Lagi...

Menurut Mendesa PDTT, pemberian kenaikan gaji PLD itu adalah sebuah penghargaan bagi para PLD yang telah bekerja keras mendampingi dalam pengelolaan dana desa menjadi lebih baik. Hal ini membuat desa terus mengalami kemajuan pesat.

“Berkat pendampingan dan berkat kerja keras dari pendamping desa penyerapan Dana Desa terus meningkat. Apalagi, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program dana desa berdasarkan survei sebesar 85 persen. Itu semua adalah kerja keras semua pihak terutama para pendamping desa,” kata Eko.

Turunkan Kemiskinan

Mendesa PDTT Eko Putro Sandjojo mengemukakan, dalam empat tahun terakhir capaian dana desa telah mampu mampu membangun sarana dan prasarana penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Dia mencontohkan seperti 1.140.378 meter jembatan, jalan desa 191.600 kilo meter, pasar desa  sebanyak 8.983 unit, kegiatan BUMDes sebanyak 37.830 unit, embung desa sebanyak 4.175 unit, sarana irigasi sebanyak 58.931 unit serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

Selain itu, dana desa juga telah turut membangun sarana prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, serta drainase 29.557.922.

Baca juga: Seorang Warga Denpasar Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Kejati

Menurut Eko, dana desa juga berhasil menurunkan angka stunting dari 37 persen menjadi 30 persen, meningkatkan pendapatan perkapita hampir 50 persen, membuka lapangan kerja melalui program Padat Karya Tunai (PKT), BUMDes, desa wisata, angka pengangguran di desa turun daripada di kota dan gini ratio di desa terus meningkat.

Jadi, telah banyak keberhasilan yang dicapai dari dana desa. Sekali lagi, saya terima kasih kepada pendamping desa yang telah turut menjadi salah satu garda terdepan dalam membangun desa,” ucap Eko.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X