Polisi Kini Selidiki Kamera Pengintai Kasus Pembakaran di Jawa Tengah

Kompas.com - 04/02/2019, 14:13 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di Vokasi UI Depok, Jawa Barat, Senin (4/1/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di Vokasi UI Depok, Jawa Barat, Senin (4/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan Polda Jawa Tengah saat ini sedang mengumpulkan barang bukti terkait insiden pembakaran mobil yang terjadi di tiga kota, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Semarang atau Ungaran.

Salah satu bukti yang kini diselidiki adalah kamera pengintai untuk menunjukkan apakah kejadian pembakaran tersebut dilakukan secara spontan atau didesai.

"Kita sedang bekerja mengumpulkan kamera pengintai, apakah ada korelasinya antara korban dengan pelaku, apakah ini spontan atau didesain," ujar Iqbal yang ditemui di Depok, Jawa Barat, Senin (4/2/2019).

Iqbal menambahkan, Polri juga membantu Polda Jateng guna mendalami semua alat bukti yang sudah terkumpul.


Baca juga: Lagi, Pembakaran Mobil Misterius Terjadi di Semarang

"Ingat kejatahatan tidak ada yang sempurna," ucapnya.

Polri, lanjut Iqbal, juga menghimbau masyarakat di Jateng untuk tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa.

Menurutnya, secara umum kondisi Jateng saat ini aman dan kondusif.

"Masyarakat tetap melakukan kegiatan ekonomi, beribadah, sekolah, dan sebagainya. Ini bukti masif kondusif," ungkapnya kemudian.

Baca juga: 5 Fakta Pembakaran Mobil di Jateng, 15 Mobil Dibakar, Dipilih Secara Acak

Insiden pembakaran mobil di Jateng mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ia meminta kepolisian bekerja keras untuk menangkap pelaku pembakaran mobil di beberapa titik di Jateng.

Pembakaran mobil oleh seorang tak bertanggung jawab selama sebulan terakhir dinilai telah menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

"Saya minta itu (diusut), dan polisi sudah mulai melakukan tindakan mendalam sekali. Saya minta tegas itu. Mudah-mudahan segera ditangkap," kata Ganjar seusai pelantikan bupati Kebumen di Semarang, Jumat (1/2/2019).

Adapun dari informasi yang dihimpun, ada tujuh kejadian yang terjadi di Kota Semarang dan tujuh kejadian di Kabupaten Kendal. Kejadian dilaporkan sejak awal bulan Januari 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tak Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia di KPK, Nasdem Membela

Jokowi Tak Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia di KPK, Nasdem Membela

Nasional
Hakim Cabut Hak Politik Eks Bupati Talaud untuk Dipilih Selama 5 Tahun

Hakim Cabut Hak Politik Eks Bupati Talaud untuk Dipilih Selama 5 Tahun

Nasional
Pemerintah Masih Bernegosiasi Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Pemerintah Masih Bernegosiasi Bebaskan WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Nasional
Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi DivonisĀ 4,5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi DivonisĀ 4,5 Tahun Penjara

Nasional
RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama Masuk Prolegnas Prioritas 2020, PKS Apresiasi

RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama Masuk Prolegnas Prioritas 2020, PKS Apresiasi

Nasional
ICW Sebut Dampak UU KPK Baru Sudah Terasa di Hari Antikorupsi Sedunia

ICW Sebut Dampak UU KPK Baru Sudah Terasa di Hari Antikorupsi Sedunia

Nasional
Menteri Agama Tegaskan Pendataan Majelis Taklim Tak Wajib

Menteri Agama Tegaskan Pendataan Majelis Taklim Tak Wajib

Nasional
Minta Waktu Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polri Janji Tak Sampai Berbulan-bulan

Minta Waktu Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polri Janji Tak Sampai Berbulan-bulan

Nasional
Upaya Sri Mulyani Cegah Korupsi dari Internal Kemenkeu...

Upaya Sri Mulyani Cegah Korupsi dari Internal Kemenkeu...

Nasional
Soal Restu Maju Caketum, Kubu Zulkifli Hasan Tak Mau Dibenturkan dengan Amien Rais

Soal Restu Maju Caketum, Kubu Zulkifli Hasan Tak Mau Dibenturkan dengan Amien Rais

Nasional
Di Depan Hakim MK, Agus Rahardjo dkk Mengaku Tak Dilibatkan dalam Revisi UU KPK

Di Depan Hakim MK, Agus Rahardjo dkk Mengaku Tak Dilibatkan dalam Revisi UU KPK

Nasional
Soal 'Industri Hukum', Mahfud Sebut Perlu Optimalkan Fungsi Pengawasan di Polri dan Kejaksaan

Soal "Industri Hukum", Mahfud Sebut Perlu Optimalkan Fungsi Pengawasan di Polri dan Kejaksaan

Nasional
Anggota Komisi VI DPR: Kasus Garuda seperti Puncak Gunung Es, BUMN Lain Harus Diteliti

Anggota Komisi VI DPR: Kasus Garuda seperti Puncak Gunung Es, BUMN Lain Harus Diteliti

Nasional
Komnas HAM: RUU Masyarakat Adat Dibutuhkan untuk Pemenuhan Hak Azasi

Komnas HAM: RUU Masyarakat Adat Dibutuhkan untuk Pemenuhan Hak Azasi

Nasional
Soal Kasus Novel, Komnas HAM: Polisi Sudah Lumayan, KPK Tak Bergerak

Soal Kasus Novel, Komnas HAM: Polisi Sudah Lumayan, KPK Tak Bergerak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X