Jelang Debat Kedua Pilpres, Isu Infrastruktur Energi Dinilai Belum Tersentuh

Kompas.com - 03/02/2019, 16:19 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer Advokasi Publish What You Pay (PWYP) Indonesia Aryanto Nugroho menilai topik tentang infrastruktur energi masih belum mendapat perhatian dari kedua paslon jelang debat kedua.

Debat kedua Pemilihan Presiden ( Pilpres) 2019 membicarakan 4 topik, yaitu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

"Termasuk kita bicara soal infrastruktur energi, ini masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah)," tutur Aryanto saat acara diskusi bertajuk "Menyigi Visi Misi Calon Presiden 2019", di kantornya, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2019).

Baca juga: Timses Paslon Diminta Sosialisasikan Visi Misi Terkait Topik Debat Kedua

Menurutnya, terdapat beberapa isu penting dalam topik infrastruktur energi yang perlu dibahas kedua paslon.

Pertama, Aryanto menyebutkan soal kilang minyak dan gas. Padahal, kilang dibutuhkan agar Indonesia bisa memproduksi migas sehingga tidak perlu mengimpor.

"Kalau kita bicara infrastruktur migas, persoalan utamanya adalah kilang. Karena dengan tidak adanya kilang berarti impor minyak kita luar biasa," jelasnya.

Tak hanya permasalahan di hulu, Aryanto menilai hilirisasi juga menjadi salah satu masalah saat ini.

Baca juga: BPN Prabowo-Sandiaga Sebut Debat soal Infrastruktur Tak Untungkan Jokowi

Ia menyebutkan bahwa pengelolaan industri di sektor hilir masih belum terfokus. Migas yang dihasilkan belum jelas akan dimanfaatkan untuk apa selain di dalam negeri.

Kemudian, ego sektoral membuat industri yang memproduksi minyak dan gas tidak bersinergi dengan industri di hilir untuk mengelola hasil tersebut.

"Problem di kita kan ego sektoral, tidak nyambung. Di sini infrastruktur bangun apa banyak untuk ekspor, sedangkan di hilirnya industri belum siap nampung minyak dan gasnya," terang dia.

Di sisi lain, Aryanto menilai infrastruktur gas juga perlu mendapat perhatian, khususnya terkait harga.

"Berikutnya, kalau kita bicara soal infrastruktur gas, kita bicara soal harga yang kemarin pemerintah mengeluarkan Perpres agar harga gas di hulu dan hilir tapi ternyata tidak tercapai. Antara barat dan timur tidak nyambung," ungkapnya.

Baca juga: Tim Jokowi Usul Perpanjangan Durasi Tanya Jawab di Debat Kedua

Debat kedua pilpres akan digelar Minggu (17/2/2019). Peserta debat adalah calon presiden. Tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X